Senin, 04 Maret 2019

AGRIBISNIS SEBAGAI USAHA DALAM PERTANIAN


                               

        Agribisnis merupakan sistem pertanian  menyeluruh yang bermuara dari hulu sampai dengan hilir . stategi pembangunan yang berwawasan agribisnis upaya sistemik yang ampuh dalam mencapai beberapa tujuan ganda , antara lain :
1.       Menarik dan mendorong sektor pertanian
2.       Menciptakan struktur perekkonomian yang tangguh , efisien , dan fleksibel
3.       Menciptakan nilai tambah
4.       Meningkatka penerimaan devisa
5.       Mmenciptakan lapangan kerja
6.       Memperbaiki pembagian pendapatan
Dengan sistem agribisnis sebagai pengangkat penggerak pembangunan pertanian , pertanian akan dapat memainkan peranan positif dalam pembangunan nasional, baik dalam pertumbuhan , ,pemerataan maupun stabilitas . adalah wajar apabila ternyata masyarakat pembangunan selalu dihadapkan dengan kenyataan bahwa sasarannya selalu meningkat di satu pihak , padahal kendalanya ternyata meningkat di pihak lainnya . pencapaian semua tujuan dan sasaran yang menjadi harapan itu tergantung kepada kendala dari sistem agribisnis / agroindustri yang dikembangkan .
Istilah agribisnis yang terunkap sejauh ini memberikan kesan kepada kita bahwa agribisnis adalah suatu corak pertanian tertentu degan jati diri yang berbeda dengan pertanian tradisional , maupun dari pertanian hobi yang tidak mendambakan nilai tambah komersial . agribisnis adalah pertanian yang organisasi dan manajemennya secara rasional  dirancang untuk mendapatkan nilai  tambah komersial yang maksimal dengan menghasilkan barang dan jasa yang diminta pasar.
Sistem agribisnis adalah perangkat masyarakat yang mewadahi proses transformasi pembentukan nilai tambah dari rangkaian kegiatan yang terkait di hulu dan hilir dari usaha tani ( budidaya). Dalam pengertian sistem , agribisnis adalah subyek ( pelaku) sosial yang mandiri dalam arti mempunyai kemampuan berinteraksi dengan lingkungan hidupnya , yaitu kemampuan untuk eksis , berkarya  , berkembang , beradaptasi, berasosiasi dan lain-lain.sebagai individu,pelaku sosial sistem agribisnis mempunyai daur hidup : lahhir, tumbuh ,berkembang, berkarya, bermasyarakat ,sakit bahkan berhak mati. Sebagai individu, dia lahir karena lingkungannya yang membutuhkan,, yaitu ada tantangan , peluang akan masalah tertentu yang tidak bisa ditangani dengan sistem serta mekanisme yang ada. Kematangan kondisi lingkungan untuk lahirnya sistem agribisnis .
Secara konsepsional, sistem agribisnis dapat diartikan sebagai semua aktivitas, mulai dari pengadaan dari penyaluran sarana produksi sampai kepada pemasaran produk-produk yang dihasilkan oleh usaha tani dan agroindustri , yang saling terkait satu sama lain .dengan demikian , sistem agribisnis merupakan suatu sistem  yang terdiri dari berbagai sub sistem , yaitu :
o   Sub sistem pengadaan dan penyaluran sarana produksi, teknologi dan pengembangan sumber daya pertanian .
o   Sub sistem budidaya atau usaha tani
o   Sub sistem pengolahan hasil pertanian atau agroindustri
o   Sub sistem pemasaran hasil pertanian
o   Sub sistem prasarana
o   Sub sistem pembinaan
Sistem agribisnis merupakan suatu rangkaian aktivitas yang saling berkaitan, yang keberhasilan pengembangannya akan sangat ditentukan oleh tingkat kehandalan dari setiap komponen yang menjadi sub sistemnya. Untuk mencapai kehandalan yang mencapai yang simultan dari setiap sub sistem dalam sistem agribisnis, dibutuhkan ulur dan campur tangan pemerintah melalui regulasi, koordinasi, perlindungan ,stimulasi, pelayanan, dan penilaian terhadap seluruh sub sistem dalam sistem agribisnis beserta lingkungan yang mempengaruhinya. Selain itu , kondisi sumber daya, ligkungan dan prasarana juga merupakan faktor yang menentukan kehidupan dan perkembangan sistem agribisnis tersebut. Oleh karena itu sumber daya lingkungan dan prasarana tersebut perlu dikembangkan sedemikian rupa sehingga mampu menunjang terlaksananya berbagai aktivitas dalam setiap sub sistem secara memadai.