Jumat, 22 Januari 2021

MANAJEMEN PEMASARAN "Strategi Pemasaran Produk Beras Merah Organik Tahun 2021"

 SEGMENTASI :

    Fandy & gregorius (2012) menyatakan segmentasi diartikan sebagai proses mengelompokkan pasar dari yang heterogen menjadi homogen.  Berdasarkan hal tersebut maka pengelompokan pasar akan difokuskan pada masayarakat yang memperhatikan kesehatan dengan mengkonsumsi beras merah organik serta pada pada beberapa komunitas peduli kesehatan. segmentasi pasar yang dituju  yaitu untuk dipasarkan pada segala usia dengan segmentasi keluarga mengeah keatas yang memiliki daya beli tinggi. Psikografis konsumen memiliki karakteristik yang aktif, modern dan mapan. Perilaku konsumen terhadap tingkat konsumsi adalah sangat sering, kesiapan terhadap pembelian produk tinggi dan sikap terhadap manfaat produk adalah positif.

TARGETING :

    Keegan & Green (2008) menyatakan bahwa targeting adalah proses mengevaluasi segmentasi dan pemfokusan strategi pemasaran pada suatu kelompok konsumen yang potensial untuk memberikan respon. Targeting dipilih sesuai dengan sumberdaya dari perusahaan atau potensi dari segmen. Melihat kondisi perusahaan terbatas pada sumberdaya yang dimiliki, maka akan dipilih satu segmen yang dijadikan sebagai target pasar. Kesadaran masyarakat akan kepentingan kesehatan masih sedikit sehingga hal ini menyebabkan produktivitas produk beras merah organik tidak terlalu banyak . jika dilihat dari peta persebaran dari beras merah ini sendiri maka yang perlu diperhatikan oleh produsen adalah dengan memperhatikan kualitas dan kuantitas pada produk beras organik.

Setelah ditentukan segmentasinya maka langkah kedua adalah menentukan targeting, targeting merupakan upaya perusahaan dalam memasarkan produknya dan membedakannya dari competitor (distinguish it self).

Pemain dalam usaha beras organik relatif masih sedikit dan pasif (umumnya konsumen mencari) bukan produsen mencari, kebutuhan pasar modern seperti Hero, Giant, atau supermarket lain juga sangat tinggi, hal yang harus diperhatikan adalah stabilitas kualitas produk dan stabilitas kontiunitas produk dalam memenuhi kebutuhan pasar.

POSITIONING :

Positioning strategy should include three components targets, which are product of segmentation study; competitor targets and competitive advantege.

                   Berdasarkan hal tersebut, pemain untuk beras organik masih relatif sedikit, sedangkan kebutuhan pasar akan beras organik cukup tinggi, sehingga pasar masih terbuka lebar, dan persaingan masih relatif sedikit, kendati demikian competitive advatage tetap diperlukan, produk beras organik yang dipasarkan merupakan beras yang pure organik, selain itu juga sebagai perusahaan atau produsen berusaha lebih dekat dengan konsumen dengan melakukan interaksi pasar misal sosialisasi produk organik di komunitas pecinta pangan organik dan sosialisasi kesehatan dan lain sebagainya.

    BAURAN PEMASARAN:

Taktik pasar dalam pemasaran produk beras organik antara lain, untuk memuaskna konsumen maka produk haruslah terus diperbaiki kualitas produknya, terutama keragaan, kualitas kemasan dan untuk beras organik adalah tingkat kemurnian produk tersebut, apakah produk tersebut sudah betul-betul organik atau masih kurang.

Untuk kepuasan konsumen juga sebaiknya perusahaan/produsen melakukan pendekatan persuasif kepada konsumennya misal dengan membentuk komunitas pecinta organik atau bekerjasama dengan komunitas yang ada untuk terus melakukan sosialisasi sadar akan produk organik dan mencintai produk dalam negeri.

Selain itu untuk continuitas produk juga harus dijaga, maka perlu di manage, pengelolaan produksinya, jika perlu bekerjasama dengan petani yang memiliki lahan untuk membudidayakan beras organik, agar pasokan dapat terus terjaga.

Untuk memberikan kemudahan pelayanan kepada konsumen, selain dijual digerai supermarket, perusahaan juga sebaiknya membuka gerai, atau café resto produk organik, atau juga menyiapkan penjualan on line.

Produk 

Beras merah organik berbeda dengan beras pada umumnya dari segi warna yaitu memiliki warna merah, aroma yang khas, rasa tidak terlalu manis dibandingkan beras putih, tidak memiliki bau apek, tahan lama, memiliki fungsi kandungan antosianin, beras merah organik merupakan salah satu antioksidan yang baik untuk tubuh serta terbukti dapat menurunkan penanda-penanda penyakit kardiovaskular pada diabetes 

Harga 

    Harga yang ditawarkan sesuai dengan ukuran mulai dari 2 kg seharga Rp 51.500, 5 kg seharga Rp 115.000, 10 kg seharga Rp 574.000 dengan harga yang terjangkau serta berdasarkan kualitas dari beras merah organik dan manfaat pada saat mengkonsumsi beras merah tersebut. 

Promosi 

Terdapat promo pembelian dan potongan harga untuk konsumen yang akan membeli bermacam-macam ukuran produk yang disediakan dan membeli produk dengan jumlah yang banyak. Proses pembayaran yang digunakan bisa tunai atau kredit sehingga dapat mempermudah konsumen dalam bertransaksi. Dengan menggunakan teknologi yang sudah ada dengan dilakukannya penerapan secara offline dan online serta memiliki outlet/cabang di seluruh Indonesia. 

Tempat 

Pada umumnya lokasi erat kaitannya dengan dekatnya pada pusat keramaian, aman, tersedia parkir yang memadai, dan dapat dijangkau dengan mudah menggunakan transportasi umum atau pribadi sehingga pemilihan lokasi sangat strategis bagi konsumen yang akan membeli produk tersebut.

 Media Promosi Beras Merah Organik





x








Analisis Daya Saing Produk Beras Merah Organic di Pasar ASEAN

Kebutuhan beras organik baik di pasar lokal maupun ekspor dari tahun ke tahun juga terus berkembang. Pangsa pasar pangan organik di negara-negara Eropa, Oseania, Amerika Serikat, dan Kanada, diperkirakan akan tumbuh rata-rata sekitar 12,5%Dalam hal ini, produk organik dapat menjadi faktor pembeda dan diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk pertanian, khususnya padi di pasar Asean dan dunia daya saing akan menjadi pertimbangan utama dalam pengembangan strategi pengembangan padi organik. Tantangan yang dihadapi petani adalah bagian tersulit yang harus diatasi secara teknis dan kelembagaan dibandingkan dengan pelaku usaha lainnya. Dengan demikian perhatian yang lebih terarah harus diberikan kepada pengembangan kapasistas petani baik dari sisi teknis maupun kelembagaan. Upaya mengatasi persoalan/hambatan yang dihadapi dalam mengembangkan beras merah organik sehingga kuantitas, kualitas dan kontinyuitas terjamin dan memiliki daya saing.

Jadi pada dasarnya daya saing beras merah organik di pasar asean, kualitas beras lokal Indonesia tidak kalah jauh. Hanya saja upaya impor ini dilakukan karena produksi dalam negeri belum mencukupi kebutuhan pangan. Saat ini banyak masyarakat yang sadar akan kesehatan dan manfaat dari produk beras organik, seperti beras merah organik. Permintaan akan produk ini naik, namun jumlah produksi belum mencukupi sehingga dilakukan impor. 



REFERENSI 

Keegan, W.J. and Green, M.S. 2008. Global Marketing. London Pearson Education. 
Kotler, P. dan Armstrong, G. 2001. Prinsip Prinsip Pemasaran. Edisi ke delapan. Damos Sihimbing.                         Erlangga. Jakarta. 
Kotler and Keller. 2009. Manajemen Pemasaran. Edisi 13 Jilid 1. Erlangga. Jakarta 
Lasmini, Ni Ketut. 2008. Fakultas Pertanian Universitas Udayana. Segmenting, Targeting dan Positioning                 Kopi Bubuk Bali Banyuatis di Kota Denpasar. Tesis. Denpasar. 
Pramaputra, cokorda yudha. 2011. Fakultas ekonomi dan bisnis universitas udayana. Strategi             segmenting, targeting dan positioning produk kredit kepemilikian rumah (KPR) PT.                     Bank Mandiri (Persero) Tbk. Tesis. Denpasar.

DEWI, N. P. A. Y., ANTARA, M., & RANTAU, I. K. (2017). Strategi Segmenting, Targeting dan Positioning Pemasaran Beras Merah Organik Jatiluwih Bali di Provinsi Bali. Jurnal Agribisnis Dan Agrowisata (Journal of Agribusiness and Agritourism)6(4), 596

ENNA DARDANELLA, ANI MUANI, I. (2017). KAJIAN PEMASARAN BERAS MERAH DI WILAYAH PERBATASAN (ENTIKONG) KABUPATEN SANGGAU PROVINSI KALIMANTAN BARAT. Jurnal Social Economic of Agriculture6(13), 118–131

Jumat, 15 Januari 2021

MENGEVALUASI POTENSI DAN PELUANG EKSPOR

 1.    Keunggulan Kompetitif dari Produk meliputi Harga, Kualitas, Kemasan serta Biaya Produksi

Keunggulan kompetitif merupakan suatu keunggulan yang dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan hanya sedikit perusahaan lain yang dapat melakukan tindakan serupa. Untuk bisa menciptakan keunggulan kompetitif dalam bidang usahanya, perusahaan diharapkan dapat menggunakan perangkat-perangkat yang dimilikinya agar dapat menjadi kunci keberhasilan dalam memenangkan persaingan. Agar mampu memberikan keunggulan kompetitif yang berkesinambungan, sumber daya harus memiliki keempat atribut ini:

a.    Berharga (valuable): menetralkan ancaman dan mengekploitasi peluang

b.    Jarang (rare): tidak dimiliki oleh kebanyakan perusahaan lainnya

c.    Sulit ditiru (difficult to imitate): fisiknya unik, ketergantungan jalur (bagaimana pengakumulasiannya), ketidakjelasan sebab-akibat (sulit diuraikan seperti apa dan bagaimana dapat diciptakan kembali) serta kompleksitas sosial (kepercayaan, hubungan interpersonal, budaya, reputasi)

d.    Sulit digantikan (difficult to substitute): tidak ada sumber daya maupun kapabilitas strategi yang sama

Keunggulan kompetitif akan terjadi ketika sebuah organisasi memperoleh atau mengembangkan suatu atribut atau kombinasi atribut yang memungkinkan untuk mengungguli perusahaan pesaing . Hal ini bisa dilakukan melalui keunggulan dalam sumber daya baik alam dan atau sumber daya manusia (tenaga kerja yang terlatih, terampil). Keunggulan kompetitif strategi bisnis dari suatu perusahaan dapat dicapai melalui berbagai sumber daya lebih yang memiliki kontrol langsung dan sumber daya ini memiliki kemampuan untuk menghasilkan keunggulan kompetitif. Hasil kinerja yang unggul dan keunggulan sumber daya produksi mencerminkan keunggulan kompetitif. Selain melalui keunggulan dalam sumber daya keunggulan kompetitif bisa juga dicapai melalui keunggulan teknologi termasuk teknologi informasi, baik sebagai bagian dari produk itu sendiri, sebagai keuntungan untuk pembuatan produk, atau sebagai kompetitif bantuan dalam proses bisnis (misalnya, identifikasi yang lebih baik dan pemahaman pelanggan).

2.    Ciri-Ciri Pasar Potensial Dengan Pendekatan Permintaan Dan Penawaran

a.    Pendekatan Permintaan

Pendekatan permintaan menekankan tentang kebutuhan manusia yang sampai sekarang belum sepenuhnya terpenuhi atau kemungkinan sudah terpenuhi namun kurang memuaskan. Misalnya, masyarakat di wilayah pedesaan banyak yang pergi ke kota untuk belanja pakaian. Artinya, golongan masyarakat tersebut membutuhkan pakaian sesuai dengan selera mereka yang tidak dapat diperoleh di desa atau mungkin dapat diperoleh di desa, tetapi harganya terlalu mahal. Jadi, di desa ini terdapat peluang usaha untuk menyediakan pakaian kebutuhan masyarakat desa. Melalui pendekatan permintaan Anda dapat mengetahui jumlah permintaan terhadap produk/jasa yang meliputi :

1)            Sasaran pembeli/konsumen

2)            Jumlah konsumen

3)            Jumlah klebutuhan

4)            Total kebutuhan pertahun

Kemudian dengan data-data tersebut Anda dapat membuat proyeksi permintaan misalnya selama 3 bulan mendatang. Tahun Proyeksi Permintaan (dalam unit) misalnya 2005,2006,2007,2008

b.    Pendekatan Penawaran

Pendekatan penawaran berawal dari kemampuan wirausaha dalam membuat suatu produk/barang, memberikan pelayanan jasa atau gabungan dari keduanya. Dari sini barulah mulai mencari adakah pasarnya atau orang-orang yang membutuhkannya. Misalnya, seorang wirausaha memproduksi genteng dengan kualitas yang bersaing. Dengan kualitas genteng yang bersaing tersebut, lalu apakah berarti para calon konsumen, developer, pemborong pembangunan rumah dan sebagainya kira-kira berminat membeli, sebab harga genteng produksi wirausaha ternyata lebih mahal dibandingkan genteng dengan kualitas yang sama di pasaran saat ini. Apakah konsumen mempunyai daya beli berminat untuk membeli genteng yang lebih mahal dengan kualitas sama atau membeli genteng yang harganya sama dengan kualitas yang baik. Melalui pendekatan penawaran wirausaha juga dapat mengidentifikasi banyaknya pesaing yang membuat produk/jasa yang sama.

3.    Ciri dan Teknis Menentukan Ceruk Pasar

a.    Ciri-ciri

1)    Berukuran kecil sehingga hanya menarik sedikt pesaing atau bahkan tidak ada pesaing sama sekali

2)    Mampu melayani konsumen mereka dengan sangat baik

3)    Memiliki loyalitas yang sangat tinggi terhadap perusahaan dan bersedia membayar lebih untuk nilai kepuasan yang mereka terima

4)    Diminati oleh produsen-produsen baru yang kurang memiliki kemampuan untuk bersaing dengan produsen-produsen besar yang telah memiliki market share yang besar dalam pemasaran segmen

b.    Teknis Menentukan Ceruk Pasar

1)    Temukan Keunggulan dan Daya Tarik Produk

Mulai dengan mempertimbangkan apa yang akan ditawarkan dan apa yang yang menjadi kelebihan produk tersebut. Strategi pemasaran ini sangat berperan dalam kekuatan dan perspektif unik sebuah produk. Jadi, renungkan inovasi dan keunikan dari brand yang akan di promosikan. Hal ini berkaitan dengan Masalah spesifik apa yang terselesaikan dengan produk tersebut?
Masalah apa yang bisa selesaikan lebih baik oleh pesaing?
Siapa saja yang akan terbantu oleh produk tersebut?

2)    Lakukan Riset Untuk Mengetahui Peluang Pasar

Setelah memiliki gagasan tentang sebuah inovasi yang bisa menjadi peluang dari produk yang akan di promosikan. Validasikan bahwa itu adalah ide yang masuk akal. Lakukan analisis kompetitif untuk melihat apakah ada pesaing di ruang ini dan jika ada, apa yang sudah dilakukan merek-merek tersebut.

3)    Kenali Calon Target Konsumen Lebih Dalam

Cara lain untuk mendapatkan wawasan dan memicu inspirasi adalah melihat dari dekat target konsumen. Kenali dan identifikasi apa yang mereka inginkan dan butuhkan di saat ini atau masa depan. Mengenal calon konsumen dapat membantu mengembangkan sebuah produk atau cara menyampaikan pesan pada media promosi yang baik kepada mereka. Untuk ini perusahaan memerlukan riset dengan menggunakan berbagai metode seperti metode focus group discussion (FGD). Dalam melakukan Riset pasar biasanya perusahaan bekerjasama dengan agen riset konsumen. Selain itu kita juga dapat menggunakan bantuan social media listening tool seperti Socialbakers. Dengan mencari informasi tersebut perusahaan dapat mengidentifikasi kebutuhan konsumen dan menemukan peluang.

4)    Pilih Target Segmen Pasar dan Selalu Lakukan Evaluasi

Seperti kebanyakan strategi pemasaran, pengembangan tidak bisa berhenti saat berhasil membuat strategi “niche market” dan menganggapnya akan mencapai hasil yang sesuai dengan harapan secara terus menerus. Perusahaan harus terus menguji ide tersebut, meninjau hasilnya, dan terus menyesuaikannya.

4.    Ciri-Ciri Produk yang Marketable untuk Ekspor

a.    Menentukan strategi produk yang tepat

1)    Riset pasar untuk mengetahui situasi dan karakteristik pasar : spesifikasi permintaan pelanggan, situasi persaingan, trend, peluang pasar.

2)    Mempelajari sejauh mana kemampuan internal perusahaan dalam menghasilkan produk yang diminati pelanggan ekspor.

3)    Mendesain produk sesuai spesifikasi permintaan pelanggan dan kemampuan perusahaan.

b.    Menentukan kemasan yang akan dipakai

1)    Mengenali negara tujuan ekspor

2)    Mengetahui peraturan yang ditetapkan oleh negara tersebut

3)    Mengetahui selera dan perilaku konsumen

4)    Mengetahui standar kemasan.

Jumat, 08 Januari 2021

BAURAN PROMOSI

 

Konsep Inti Promosi

Promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran yang merupakan aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi, membujuk, dan atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.

Bauran promosi sebagai perpaduan spesifik alat-alat promosi yang digunakan perusahaan untuk mengkomunikasi-kan value ke customer secara persuasif dan membangun customer relationship.

Tiga unsur pokok dalam struktur komunikasi pemasaran antara lain:

a.      Pelaku komunikasi

    Pelaku komunikasi terdiri dari pengirim (sender) yang menyampaikan pesan dan penerima pesan (receiver). Pihak yang berperan sebagai sender yaitu produsen atau perusahaan, sementara pihak receiver yaitu pasar pribadi, pasar organisasi, dan masyarakat umum.

b.    Material komunikasi     

    Meliputi gagasan, pesan (message), media, respon, feed back, gangguan.

c.     Proses komuikasi           

    Proses komunikasi merupakan proses penyampaian pesan dari pengirim (sender) kepada penerima (receiver) maupun respon balik dari penerima (receiver)  kepada pengirim (sender) akan membutuhkan dua kegiatan yaitu encoding (fungsi mengirim) dan decoding (fungsi menerima)

    Tujuan utama dari promosi yaitu menginformasikan, mempengaruhi dan membujuk serta mengingatkan pelanggan sasaran tentang perusahaan dan bauran pemasarannya. Secara rinci ketiga tujuan promosi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:

a.    Menginformasikan (informing)

b.    Membujuk pelanggan sasaran (persuasing)

c.    Mengingatkan (reminding)

Bentuk-bentuk Promosi 

1. Event and Experiences

Acara dan Pengalaman/ Event and Experiences, merupakan kegiatan dan program yang disponsori perusahaan yang dirancang untuk menciptakan interaksi harian atau merek khusus terkait interaksi dengan konsumen, termasuk seni olahraga, hiburan, dan menyebabkan acara atau kegiatan menjadi kurang formal. 

2. Sales promotion

Promosi Penjualan/ Sales Promotion, merupakan berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong percobaan atau pembelian produk atau jasa termasuk promosi konsumen (seperti sampel, kupon, dan premi), promosi perdagangan (iklan dan tunjangan), dan bisnis dan promosi tenaga penjualan (kontes untuk reputasi penjualan).

3. Periklanan

Iklan/ Advertising, merupakan semua bentuk terbayar dari persentasi nonpersonal dan promosi ide, barang atau jasa melalui sponsor yang jelas melalui media cetak (koran dan majalah), media penyiaran (radio dan televisi), media jaringan (telepon, kabel, satellite, wireless), dan media elektronik (rekaman suara, rekaman video, CD-ROM, halaman website), dan media pameran (billboard, papan petunjuk, dan poster.

4. Public relations

Hubungan Masyarakat dan Publisitas/ Public Relations and Publicity, merupakan berbagai program yang diarahkan secara internal kepada karyawan dari perusahaan atau konsumen luar, perusahaan lain, pemerintah, dan media untuk mempromosikan, membangun hubungan antar perusahaan dengan publik, melindungi dan membangun citra perusahaan atau produk komunikasi individu yang positif. 

5. Personal Selling

Penjualan Personal/ Personal Selling, merupakan interaksi tatap muka yang dilakukan oleh tenaga penjualan perusahaan dengan satu atau lebih pembeli prospektif untuk tujuan melakukan pertemuan penjualan, presentasi pribadi, menjawab pertanyaan, pengadaan pesanan, membuat penjualan, dan hubungan pelanggan.   

6. Direct Marketing

Pemasaran Langsung/ Direct Marketing, merupakan penggunaan surat, telepon, fax, e-mail, atau internet untuk berkomunikasi atau berhubungan secara langsung dengan meminta respon atau tanggapan dan melakukan dialog dari pelanggan dan prospek tertentu. 

7. Interactive Online

Pemasaran Interaktif/ Interactive Online Marketing adalah kegiatan dan program online yang dirancang untuk melibatkan pelanggan atau prospek dan secara langsung atau tidak langsung meningkatkan kesadaran memperbaiki citra, atau menciptakan penjualan produk dan jasa.

8. Word of Mouth Marketing

Pemasaran dari mulut ke mulut / Word of Mouth Marketing, merupakan komunikasi lisan, tertulis, dan elektronik antar masyarakat yang berhubungan dengan keunggulan atau pengalaman membeli atau menggunakan produk atau jasa.

Pemilihan Media Iklan

Dalam pemilihan media keputusan haruslah bersifat obyektif. Kriteria evaluasi untuk menilai obyektivitas tersebut antara lain:
  1. Thoroughness, artinya apakah pembuat keputusan benar–benar memperhatikan semua aspek dalam proses pemilihan media.
  2. Progressiveness, yaitu apakah media yang dipilih mempunyai dampak yang maksimal. 
  3. Measure–mindedness, artinya apakah pengambil keputusan mempertimbangkan berbagai aspek dari ekspor, seperti kualitas khalayak, jangkauan frekuensi dan sebagainya. 
  4. Practically, artinya pengambil keputusan benar – benar berdasarkan fakta, bukan berdasarkan emosi semata. 
  5. Optimistic, apakah proses pemilihan media tersebut memberikan masukan bagi pengalaman pengambil keputusan.

 Secara umum, media yang tersedia dapat dikelompokkan sebagai berikut : 

  1. Media cetak, contonhnya seperti surat kabar dan makalah. 
  2. Media elektronik, contohnya seperti televisi dan radio 
  3. Media luar ruang, contohnya seperti poster, spanduk, baleho, poster, billboard, transit (panel bus), umbul-umbul dan lain-lain.

 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Bentuk Promosi

Terdapat empat faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan bentuk promotion mix, yaitu:

1.    Dana yang tersedia    

Perusahaan yang memiliki dana yang cukup, akan dapat membuat periklanan yang berhasil dari pada perusahaan dengan dana terbatas.

2.    Sifat pasar                 

Sifat pasar yang berpengaruh dalam promotion mix  yaitu luas geografis pasaran, jenis pelanggan dan konsentrasi pasaran. Misalnya pada konsentrasi pasaran dimana makin sedikit konsumen (potensial buyers) makin efektif penjualan personal dibadingkan periklanan. 

3.    Sifat Produk                

Pada golongan produk konsumen, promotion mix dipengaruhi oleh sifat produk dan cara produk tersebut dibeli, dikonsumsi dan dipersepsikan. Contohnya pada produk-produk yang dibeli dalam jumlah yang sedikit dan sering dibeli, perusahaan harus memilih iklan daripada personal selling.

4.    Faktor bauran pemasaran      

yaitu faktor yang berpengaruh seperti harga yang tinggi sering dianggap konsumen berkorelasi positif dengan kualitas yang juga tinggi, sehingga penggunaan iklan untuk kasus ini akan lebih tepat karena untuk mengkomunikasikan kualitas dari produk-produk yang harganya mahal.

Strategi Promosi dengan Melihat Siklus Hidup Produk

Definisi strategi merupakan serangkaian komitmen, tindakan terpadu dan terkoordinasi yang dirancang untuk mengeksploitasi kompetensi inti guna mendapatkan keunggulan kompetitif. Strategi adalah sarana bersama dengan tujuan jangka panjang yang hendak dicapai oleh perusahaan. Strategi promosi adalah cara yang biasa digunakan untuk meningkatkan citra perusahaan, dengan mengiklankan produk dan brand perusahaan melalui beberapa media. Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi promosi merupakan kegiatan yang direncanakan dengan maksud membujuk, merangsang konsumen agar mau membeli produk perusahaan sehingga tujuan untuk meningkatkan penjualan diharapkan dapat tercapai.
Berikut tahapan yang dapat dilakukan dalam melakukan strategi dengan mlihat siklus hidup produk:

1.    Tahap Perkenalan (Introduction)

Tahapan ini merupakan tahapan perkenalan yang menjadi cikal bakal suatu siklus hidup. Awalnya melalui tahapan ini, produk akan diproduksi dan dipasarkan dalam jumlah yang lebih besar. Walaupun begitu, volume penjualannya tentu saja tidak sesuai dengan jumlahnya. Promosi yang dilakukan tentu saja harus merupakan promosi yang agresif serta memiliki kualitas pemasaran yang menunjang. Saat promosi dilakukan, targetnya harus benar- benar mengarah kepada merek penjualan. Tahapan ini memang proses pendistribusian serta keuntungannya masih rendah dari biasanya.
Strategi Promosi yang dapat dilakukan yaitu: 

a. Memberikan informasi dan pendidikan kepada konsumen potensial. Menerangkan bahwa produk tersebut ada dan manfaat produk untuk memenuhi kebutuhan.  

b. Penjual harus merangsang permintaan primer, permintaan akan suatu jenis produk yang harus dibedakan dari permintaaan selektif.  

c. Cara yang biasa digunakan pada tahap ini yaitu penjualan personal, pameran dagang dan mendatangi calon konsumen.

 2.    Tahap Pertumbuhan (Growth)

Pada tahan ini situasi pasar diketahui bahwa pelanggan mulai menyadari manfaat produk dan produk cukup laku serta perantara ingin menanganinya. Strategi promosi yang dapat dilakukan yaitu dengan menstimulsi permintaan selektif (merk), lebih menenkankan pentingnya periklanan dan perantara bertambah besar dalam menanggung beban periklanan.

 3.    Tahap Kematangan :

Pada tahapan ini situasi pasar diketahui bahwa persaingan meningkat dan kurva penjualan mulai mendatar. Strategi promosi yang dapat dilakukan yaitu dengan 

a. Perikalanan digunakan sebagai alat untuk menghimbau, membujuk dan bukan hanya sekedar informasi 

b. Persaingan yang tajam mengharuskan penjual menyediakan dana yang lebih besar untuk periklanan.

 4.    Tahap Mundurnya Penjualan :

Pada tahap mundurnya penjualan maka situasi pasar mengakibatkan penjualan dan laba menurun serta produk baru yang lebih baik mulai memasuki pasar. Maka strategi promosi yang dapat dilakukan yaitu denga semua usaha promosi sebaiknya banyak dikurangi, kecuali jika ingin menghidupkan kembali.

Kamis, 31 Desember 2020

BAURAN PEMASARAN HARGA (PRICE)

 .    Konsep penetapan harga

Penetapan harga atau pricing, seperti istilah yang digunakan dalam ekonomi dan keuangan, adalah tindakan untuk menetapkan nilai suatu produk atau layanan. Dengan kata lain, pricing terjadi ketika bisnis memutuskan berapa banyak pelanggan harus membayar untuk suatu produk atau layanan. Penetapan harga adalah proses menetapkan nilai yang akan diterima produsen dalam pertukaran jasa dan barang. Metode pricing dilakukan untuk menyesuaikan biaya yang ditawarkan produsen yang sesuai dengan produsen dan pelanggan. Pricing bergantung pada harga rata-rata perusahaan, dan nilai yang dirasakan pembeli dari suatu barang, dibandingkan dengan nilai yang dipersepsikan dari produk pesaing.

B.    Tujuan penetapan harga

Tujuan Penetapan Harga yaitu memperoleh keuntunganyang optimal, membuat perusahaan tetap bertahan, mencapai ROI (Rate of Return), menguasai pangsa pasar dan mempertahankan status Quo (Abadi, 2016). Adapun tujuan penetapan harga, yaitu:

·         Bertahan

Tujuan penetapan harga bagi perusahaan mana pun adalah untuk menetapkan harga yang masuk akal bagi konsumen dan juga agar produsen dapat bertahan di pasar. Setiap perusahaan berada dalam bahaya tersisih dari pasar karena persaingan yang ketat, perubahan preferensi dan selera pelanggan. Oleh karena itu, saat menentukan biaya produk, semua variabel dan biaya tetap harus dipertimbangkan. Setelah fase bertahan hidup selesai, perusahaan dapat mengupayakan keuntungan ekstra.

·         Meningkatkan laba saat ini

Sebagian besar perusahaan mencoba memperbesar margin laba dengan mengevaluasi permintaan dan penawaran jasa dan barang di pasar. Jadi harga ditetapkan sesuai dengan permintaan produk dan pengganti produk tersebut. Jika permintaan tinggi, harga juga akan tinggi.

·         Penguasaan pasar

Perusahaan memberlakukan angka rendah untuk barang dan jasa untuk mendapatkan ukuran pasar yang besar. Teknik ini membantu meningkatkan penjualan dengan meningkatkan permintaan dan menurunkan biaya produksi.

·         Pasar untuk ide inovatif

Di sini, perusahaan menetapkan harga tinggi untuk produk dan layanan mereka yang sangat inovatif dan menggunakan teknologi mutakhir. Harganya tinggi karena biaya produksi yang tinggi. Ponsel, gadget elektronik adalah beberapa contohnya.

C.   Faktor-faktor yang mempengaruhi penetapan harga

1.    PRODUCT LIFE CYCLE

Tahap Perkenalan (introduction) ; Ini tahapan pertama produk baru, sehingga belum ada target konsumen, dan produk belum dikenal sehingga diperlukan penetapan harga produk secara khusus untuk membuat produk diterima dan dikenal konsumen.

Tahap Pertumbuhan  (growth) ; Pada tahap pertumbuhan, produk mulai dikenal konsumen, terjadi peningkatan volume penjualan dan laba juga akan meningkat pesat dan biasanya dibarengi dengan promosi yang kuat, dan permintaan pasar akan meningkat juga, sehingga harga yang telah ditetapkan juga harus ditingkatkan.

Tahap Kedewasaan (maturity) ; Ini adalah saat produk berada pada titik jenuh, hal ini ditandai dengan tidak bertambahnya konsumen yang ada sehingga angka penjualan tetap di titik tertentu dan jumlah keuntungan yang mulai menurun.

Tahap Penurunan (decline) ; Pada kondisi decline, penjualan produk mulai turun, karena konsumen mulai beralih ke produk subtitusi, sehingga jumlah keuntungan yang diperoleh produsen dan pedagang akan menurun drastis atau perlahan turun.

2.    PENAWARAN dan PERMINTAAN

Secara konsep, permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli pada tingkat harga tertentu, di mana  umumnya tingkat harga yang lebih rendah akan mengakibatkan jumlah permintaan akan lebih besar. Sedangkan penawaran adalah suatu jumlah yang ditawarkan oleh penjual pada suatu tingkat harga tertentu, dimana umumnya harga yang lebih tinggi akan mendorong jumlah yang penawaran lebih besar. Harga yang terjadi adalah harga pada titik pertemuan antara harga permintaan dan harga penawaran. Karena hukum permintaan dan penawaran saling bertolak belakang, maka harga yang terbentuk adalah berdasarkan hasil permintaan dan penawaran tersebut, dimana konsumen dan penjual sama-sama mendapat keuntungan.

3.    ELASTISITAS PERMINTAAN

Faktor lain yang dapat mempengaruhi penentuan penetapan harga produk adalah sifat permintaan pasar, di mana sebenarnya sifat permintaan pasar ini tidak hanya mempengaruhi penentuan penetapan harga produk / penetapan harga jual saja, tetapi juga mempengaruhi volume penjualan barangnya.

4.    PERSAINGAN PASAR

Harga jual beberapa barang seringkali dipengaruhi oleh persaingan yang ada di pasar, di mana sering sekali seorang penjual menurunkan atau menaikkan harga jual produknya, saat mengetahui kompetitor menaikkan atau menurunkan harga jual produknya. Situasi persaingan yang ada di pasaran akan mempersulit penjual perseorangan untuk menjual dengan harga lebih tinggi kepada pembeli yang lain.

5.    BIAYA PRODUKSI Dan PEMASARAN

Biaya produksi adalah akumulasi dari semua biaya-biaya yang dibutuhkan dalam proses produksi dengan tujuan untuk menghasilkan suatu produk atau barang. Biaya-biaya ini meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya operasional barang / pabrik, dan lain sebagainya, yang secara cermat dihitung dan salah satunya digunakan untuk membuat penetapan harga produk, dimana pada posisi ini akan muncul harga pokok produksi. Sedangkan biaya pemasaran secara singkat adalah biaya yang dibutuhkan untuk membuat produk sampai di konsumen.

D.   Metode penetapan harga

Metode pricing merupakan teknik yang diterapkan perusahaan untuk mengevaluasi harga pokok produknya. Proses ini merupakan tantangan yang paling menantang yang dihadapi oleh perusahaan, karena harga harus sesuai dengan struktur pasar saat ini dan juga melengkapi pengeluaran perusahaan dan mendapatkan keuntungan. Metode penetapan harga dibagi menjadi dua bagian:

1.    Metode Penetapan Harga Berorientasi Biaya

Ini adalah dasar untuk mengevaluasi harga barang jadi, dan sebagian besar perusahaan menerapkan metode ini untuk menghitung harga pokok produk. Cara ini dibagi lagi menjadi cara-cara berikut:

·         Cost-Plus Pricing 

Dalam penetapan harga ini, pabrikan menghitung biaya produksi yang dipertahankan dan memasukkan persentase tetap (juga dikenal sebagai mark up) untuk mendapatkan harga jual. Peningkatan keuntungan dievaluasi pada biaya total (biaya tetap dan variabel).

·         Markup Pricing

Di sini, jumlah tetap atau persentase dari total biaya suatu produk ditambahkan ke harga akhir produk untuk mendapatkan harga jual suatu produk.

·         Target-Returning Pricing

Perusahaan atau firma menetapkan biaya produk untuk mencapai Tingkat Pengembalian Investasi.

2.    Metode Penetapan Harga Berorientasi Pasar

Di bawah kategori ini, ditentukan berdasarkan riset pasar:

·         Perceived-Value Pricing 

Dalam metode ini, produsen menetapkan biaya dengan mempertimbangkan pendekatan pelanggan terhadap barang dan jasa, termasuk elemen lain seperti kualitas produk, iklan, promosi, distribusi, dll. Yang memengaruhi sudut pandang pelanggan.

·         Value pricing 

Di sini, perusahaan menghasilkan produk yang berkualitas tinggi tetapi harga rendah.

·         Going-Rate Pricing 

Dalam metode ini, perusahaan meninjau tarif pesaing sebagai dasar dalam menentukan tarif produk mereka. Biasanya cost produknya kurang lebih sama dengan kompetitor.

·         Auction Type Pricing 

Dengan lebih banyak penggunaan internet, metode penetapan harga kontemporer ini berkembang dari hari ke hari. Banyak platform online seperti OLX, Quickr, eBay, dll. Menggunakan situs online untuk membeli dan menjual produk ke pelanggan

·         Differential Pricing 

Metode ini diterapkan ketika harga harus berbeda untuk kelompok atau pelanggan yang berbeda. Di sini, harga mungkin berbeda menurut wilayah, area, produk, waktu, dll.

E.    Memonitor pergerakan harga, produk dan kebijakan distribusi untuk kebutuhan perusahaan

Dalam analisis pergerakan harga menggunakan analisis fundamental dan analisis teknikal. Analisis fundamental adalah sebuah analisis yang dilakukan untuk melihat bagaimana kondisi fundamental sebuah perusahaan saat ini sehingga bisa diprediksi kecenderungan trend di masa mendatang.  Analisis analisis teknikal tidak melihat kepada kondisi fundamental tetapi lebih melihat trend pergerakan harga saham di masa lalu untuk dibuatkan sebuah prediksi di masa mendatang. Dengan analisis teknikal tidak perlu membaca laporan keuangan hanya perlu membaca sebuah grafik.

      Perusahaan atau pebisnis selalu teliti dalam memantau pergerakan produk. Istilah yang sering kali disebutkan untuk kegiatan tersebut adalah product life cycleProduct life cycle adalah proses suatu produk mulai dari peluncuran sampai penarikan kembali dari pasar. Secara umum, konsep ini digunakan oleh perusahaan untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk meningkatkan iklan, menurunkan harga, memperluas jangkauan pasar, hingga melakukan desain ulang pada kemasan produk. Dalam kehidupan sehari-hari, pasti kamu sering menemui produk lama yang dikeluarkan oleh perusahaan dari pasar dan digantikan oleh produk baru yang terlihat lebih sukses. Fenomena tersebut memperlihatkan bagaimana product life cycle memiliki peran penting bagi perusahaan dalam menjalankan bisnis jangka panjang. Kebijkan saluran distribusi ada bermacam-macam yaitu sebagai berikut :

·           Penyaluran Langsung yaitu bentuk saluran yang paling pendek dan sederhana dimana produsen langsung menjual barangnya langsung kepada konsumen tanpa perantara.

·           Penyaluran Semi Langsung yaitu produsen hanya menggunakan satu mata rantai saluran saja yaitu pengencer.

·           Penyaluran Tidak Langsung yaitu banyak menyalurkan saluran tradisional, dimana produsen hanya melayani penjual dalam jumlah besar dimana pembelian oleh konsumen dilayani oleh pengencer.

Saluran distribusi dalam kehidupan suatu perusahaan sangatlah penting artinya, terutama dalam kegiatan perusahaan untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Banyak perusahaan tidak dapat mencapai sasaran penjualannya karena kesalahan dalam memilih saluran distribusi, di mana menyebabkan penyampaian barang/jasa hasil produk kepada konsumen mengalami berbagai hambatan.

studi kasus:

PENGARUH BAURAN PEMASARAN HARGA TERHADAP KEPUASAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN (Studi Kasus PT. Sinarmentari Indoprima Cabang Kota Bandung)

Kuesioner dalam penelitian ini disebarkan kepada 100 (seratus) responden yang merupakan pelanggan dari PT. Sinarmentari Indoprima Cabang Kota Bandung. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda dan analisis path yang sebelumnya telah dilakukan uji asumsi klasik terlebih dahulu. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bauran Pemasaran Harga, Kepuasan Pelanggan dan Loyalitas Pelanggan pada PT. Sinarmentari Indoprima Cabang Kota Bandung adalah baik. Kemudian, Bauran Pemasaran Harga berpengaruh terhadap Kepuasan Pelanggan, Bauran Pemasaran Harga berpengaruh terhadap Loyalitas Pelanggan dan Kepuasan Pelanggan berpengaruh terhadap Loyalitas Pelanggan pada PT. Sinarmentari Indoprima Cabang Kota Bandung. Akan tetapi, Bauran Pemasaran Harga tidak memberikan dampak pada Loyalitas Pelayanan melalui Kepuasan Pelanggan pada PT. Sinarmentari Indoprima cabang Kota Bandung.

1. Bauran pemasaran harga pada PT. Sinarmentari Indoprima cabang Kota Bandung baik. 

2. Kepuasan pelanggan pada PT. Sinarmentari Indoprima cabang Kota Bandung baik.

3. Loyalitas Pelanggan PT. Sinarmentari Indoprima sakcabang Kota Bandung baik dimata Pelanggan dinilai baik. 

4. Terdapat pengaruh antara bauran pemasaran harga terhadap kepuasan pelanggan pada PT. Sinarmentari Indoprima cabang Kota Bandung. 

5. Terdapat pengaruh bauran pemasaran harga terhadap loyalitas pelanggan pada PT. Sinarmentari Indoprima cabang Kota Bandung. 

6. Terdapat pengaruh kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan pada PT. Sinarmentari Indoprima cabang Kota Bandung. 

7. Bauran pemasaran harga tidak memberikan dampak pada loyalitas pelayanan melalui kepuasan pelanggan pada PT. Sinarmentari Indoprima cabang Kota Bandung.


referensi :

sakti, anggono raras tirto. linda maria.2016.PENGARUH BAURAN PEMASARAN HARGA TERHADAP KEPUASAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN (Studi Kasus PT. Sinarmentari Indoprima Cabang Kota Bandung). indonesia membangun. 2(1)