Selasa, 31 Maret 2020

RESIKO DAN KETIDAKPASTIAN INDUSTRI PETERNAKAN

Secara umum, risiko adalah kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan yang menimbulkan kerugian. Terdapat banyak definisi mengenai resiko. Belum ada kesepakatan mengenai apa yang dimaksud dengan resiko. Beberapa definisi resiko adalah:
·         Risks adalah peluang terjadinya hasil yang buruk (bad outcome)
·         Risks is change of loss
·         Risks is possibility of loss
·         Risks is uncertainty
·         Risks is the dispersion of actual from expected results
·         Risks is the probability of any outcome different from the one expected
·         Risks is loss of unexpected result
·         Risk can be defined as the volatility of unexpected outcomes


Risiko dalam industri perasuransian diartikan sebagai ketidakpastian dari kerugian finansial atau kemungkinan terjadinya kerugian. Berikut ini adalah jenis-jenis risiko:
-  Risiko murni
Adalah risiko yang apabila benar-benar terjadi, akan memberikan kerugian dan apabila tidak terjadi,   tidak akan menimbulkan kerugian dan tidak juga memberikan keuntungan.
-  Risiko spekulatif
Adalah risiko yang berkaitang dengan terjadinya dua kemungkinan, yaitu kemungkinan untuk      mendapatkan keuntungan dam kemungkinan untuk mendapat kerugian.
-  Risiko individu
Adalah risiko yang kemungkinan dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
-  Resiko fundamental, yaitu resiko yang penyebabnya tidak bisa dilimpahkan kepada seseorang dan menderita cukup banyak. Misal: banjir, gempa bumi, gunung meletus dsb.
-  Resko Khusus, yaitu resiko yang bersumber pada peristiwa yang mandiri dan umumnya mudah diketahui penyebabnya, misal : kapal kandas, pesawat jatuh, dsb.
-  Resiko dinamis, yaitu resiko yang timbul karen perkembangan dan kemajuan masyarakat dibidang ekonomi, ilmu pengetahuan,,teknologi, contoh: resiko penerbangan luar angkasa, nuklir dsb.

    Risiko individu ini masih dipilah menjadi 3 jenis :
    - Risiko pribadi (personal risk)
    Adalah risiko yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk memperoleh manfaat ekonomi. Atau dengan kata lain risiko ini berfungsi untuk menanggung dirinya sendiri atau orang yang ia asuransikan.
    - Risiko harta (property risk)
    Adalah risiko yang ditanggungkan atas harta yang dimilikinya rusak, hilang atau dicuri. Dengan kerusakan atau kehilangan tersebut, pemilik akan kehilangan kesempatan ekonomi yang diperoleh dari harta yang dimilikinya.
    - Risiko tanggung gugat (liability risk)
    Risiko yang mungkin kita alami atau derita sebagai tanggung jawab akibat kerugian atau lukanya pihak lain. Misalkan, pemberian asuransi oleh mandor bangunan kepada para pekerjanya.

    Contoh Resiko dan Ketidakpastian :
    - Contoh Resiko: Pada pengelolaan ayam broiler selama 25 hari, peternak memprediksi tingkat kematian ayam dari DOC sampai dipanen sebesar 5%.
    - Contoh Ketidakpastian: Peternak ayam broiler mengalami kegagalan panen ayam karena penyebaran penyakit New Castle Disease (tetelo) atau akibat Avian Influenza.
    - Contoh ketidakpastian lainnya adalah kegagalan usaha ternak sapi perah di Kabupaten Sleman, Provinsi Yogyakarta akibat Gunung Merapi Meletus

    Risiko yang dihadapi perlu ditangani dengan baik untuk mempertimbangkan kehidupan. perekonomian di masa mendatang. Dalam menangani risiko tersebut minimal ada lima cara yang dapat dilakukan, antara lain:
    - Menghindari risiko (risk avoidance)
    Dapat dilaksanakan dengan cara mempertimbangkan risiko yang mungkin timbul sebelum kita melakukan aktivitas-aktivitas. Setelah mengetahui risiko yang mungkin timbul kit bisa menetukan apakah aktivitas tersebut bisa kita lanjutkan atau kita hentikan.
    - Mengurangi risiko (risk reduction)
    Tindakan ini hanya bersifat meminimalisasi risiko yang mungkin terjadi.
    - Menahan risiko (risk retention)
    Berarti kita tidak melakukan aktivitas apa-apa terhadap risiko tersebut. Risiko tersebut dapat ditahan karena secara ekonomis biasanya melibatkan jumlah yang kecil. Bahkan kadang-kadang orang tidak sadar akan usaha menahan risiko ini.
    - Membagi risiko (risk sharing)
    Tindakan ini melibatkan orang lain untuk sama-sama menghadapi risiko.
    - Mentransfer risiko (risk transferring)
    Berarti memindahkan risiko kerugian kepada pihak lain yang bersedia serta mampu memikul beban risiko.
      Sumber : 

      Rabu, 25 Maret 2020

      MANAJEMEN PEMASARAN INDUSTRI PETERNAKAN

      1.    Pengertian Pemasaran
      Pada dasarnya pemasaran merupakan suatu proses sosial dan manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk dan nilai dengan yang lain. The American Marketing Association (Czinkota dan Kotabe, 2001:3) merumuskan definisi pemasaran yang lebih menekankan pada proses manajerial yaitu proses perencanaan dan penetapan konsepsi, penetapan harga, promosi dan distribusi gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan individu dan organisasi.
      2.   Peningkatan Produk Peternakan Kaitannya dengan Pemasaran
                        Makin dekatnya pasar dan makin baiknya harga produk-produk peternakan akan mendorong makin meningkatnya :
      a.   Gairah kerja para peternak 
      b.   Gairah belajar para peternak untuk mengikuti pembinaan-pembinaan dan penyuluhan-penyuluhan peternakan hingga pada pengguanaan teknologi tepat guna. 
      c.   Pengelolaan peternakan untuk mencapai kuantitas dan kualitas.
      d.   Pengelolaan dan pemeliharaan ternak dengan penuh tanggung jawab.
      3.  Peningkatan Produk Peternakan kaitannya dengan Usaha Pemenuhan Kebutuhan
      Agar para peternak dalam usaha meningkatkan hasil ternaknya tidak menderita kerugiaan-kerugiaan jika produknya dipasarkan sehingga harus dibekali dengan pengetahuan tentang pemasaran. Dengan diketahuinya teknologi pemasaran oleh para peternak, maka mereka akan dapat :
      a.   Menyesuaikan peningkatan usahatani dengan produk-produk yang sangat dibutuhkannya peran konsumsi baik kuantitas maupun kualitas.
      b.   Melakukan penyimpangan-penyimpangan produk-produk peternakan agar kualitas produk tetap terpelihara dan dapat nilai yang wajar saat dipasarkan. 
      c.   Melakukan penghematan-penghematan dalam proses produksi. 
      d.   Melakukan peningkatan-peningkatan kualitas melalui proses industri.
      e.   Melakukan penjualan-penjualan kontrak yang dapat menguntungkan para peternak.
      f.    Cara melakukan penjualan dan hubungannya dengan konsumsi. Cara penjualan langsung atau transitmarket lebih menguntungkan.

      Dalam menganalisa masalah tata niaga, ada 4 pendekatan yang biasa dipakai yaitu:
      1.   Pendekatan serba fungsi (the functional apprach) yaitu, melakukan penelaan jasa-jasa, pelaksanaaan aktifitas-aktifitas dan tindakan/perlakuan-perlakuan dalam proses tata niaga.
      2.   Pendekatan serba lembaga (the institutional approach) yaitu, melakuakan penelaan atas berbagai kelembagaan yang membantu bergerak dalam melancarkan penyampaian barang-barang ke pasar atau konsumen. 
      3.   Pendekatan bermacam-macam barang (the commodities approach) yaitu, melakukan penelaan atau deskripsi terhadap barabg-barang. 
      4.   Pendekatan secara teori ekonomi (the economic theoritical approach) yaitu, penelaaan dihubungkan dengan asas-asas atau hukum-hukum di bidang ilmu ekonomi atau teori ekonomi. Cara ini perlu ditambahkan bagi kombinasi penelaan di atas.

      5 Tahap Proses Pemasaran (Marketing Process) Menurut Philip Kotler
      Proses marketing yang akan kami jelaskan dibawah ini, diambil dari referensi buku Philip Kotler (2012). Dalam buku tersebut dirumuskan ada lima tahap proses pemasaran, yang mana pada empat tahap pertama perusahaan perlu memahami kebutuhan (need) dan keinginan (want) dari konsumen, menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangung hubungan  yang kuat dengan para konsumennya. Sedangkan tahap yang kelima adalah bagaimana seorang pemasar mampu mendapatkan nilai dari konsumen dalam bentuk penjualan, profit dan loyalitas konsumen.
      1.   Memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan
      Konsep inti dari sebuah pemasaran adalah identifikasi kebutuhan dan keingan pelanggan, produk yang didesain sesuai dengan kebutuhan dan keiinginan pelanggan akan lebih mudah diterima dan disukai oleh para konsumen. Keberhasilan seorang pemasar salah satunya ditentukan oleh keberhasilan dalam mengidentifikasi apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen. Misal saja, kasus mobil eropa dan mobil jepang. Mobil Jepang begitu sukses di Indonesia, sedangkan mobil-mobil eropa seperti chevrolet tidak mampu bersaing di Indonesia.
      2.   Desain strategi pemasaran berorientasi pelanggan
      Setelah perusahaan mampu mengidentifikasi need and want dari konsumen, maka perusahaan harus mendesain strategi pemasan yang berorientasi  pada konsumen. Agar mampu melayani pelanggan secara efektif, maka perusahaan perlu mengidentifikasi pelanggan-pelanggan seperti apa yang akan dilayani. Pada intinya perusahaan harus melakukan STP (Segmenting, Targetting dan Positioning.
      3.   Mendesain program pemasaran terpadu (Bauran pemasaran)
      Strategi pemasaran yang sudah di desain tersebut, maka tahap selanjutnya adalah mengimplementasikan melalui program-program pemasaran. Program-program pemasaran tersebut merupakan srangkaian program pemasaran dalam upaya menjalankan strategi pemasaran yang telah ditentukan oleh pemasar. Program-program tersebut sering disebut sebagai marketing mix (bauran pemasaran) yang terdiri dari 7P (Product, Price, Place, Promotion, Physicle Evidence, Process, People).
      4.   Membangun hubungan dengan pelanggan dan menciptakan kepuasan pelanggan.
      Menurut Kotler, 2012. Manajemen hubungan pelanggan merupakan keseluruhan proses membangun dan mempertahankan hubungan pelanggan yang menguntungkan melalui penciptaan nilai pelanggan yang super serta kepuasan pelanggan secara berkelanjutan.   
      5.   Menangkap nilai dari pelanggan untuk menciptakan profit dan ekuitas pelanggan
      Tahap kelima dari tahap proses pemasaran adalah menangkap nilai dari pelanggan yang dapat berupa penjualan, pangsa pasar serta profit. Keberhasilan perusahaan menangkap nilai dari pelanggan merupakan output atau hasil dari strategi-strategi pemasaran yang sukses dilakukan, terutama ke-empat tahap proses pemasaran diatas.
      Supply Chain Management merupakan sebuah praktik atau penerapan yang dibutuhkan oleh para pelaku bisnis di kancah lokal maupun internasional. Penerapannya juga tak hanya dikhususkan pada industry ritel saja, tapi juga bisa diaplikasikan pada berbagai pilihan industry lainnya. Adanya terobosan terbaru yang satu ini akan menjamin rantai pasokan tetap bekerja seefektif mungkin. Dalam jangka panjang, hal ini akan berkontribusi untuk meningkatkan laba perusahaan.

      1. Transportasi dan Pengemasan Produk

      Dalam hal ini, pengemasan produk menjadi hal yang penting. Semua harus dilakukan secara tepat waktu dan efisien supaya klien lebih cepat mendapatkan hasilnya. Dalam hal transportasi pun juga diperlukan manajemen yang terbaik agar tidak sampai salah pilih transportasi, serta melihat berbagai macam faktor-faktor apa saja yang bisa mempercepat pengiriman barang kepada pelanggan.

      2. Desain Produk yang Terbaik dan Mampu Bersaing di Pasar

      Supply Chain Management juga akan menyuguhkan hasil analisa sebagai referensi bagi perusahaan untuk mendesain produk terbaik. Desain adalah hal yang akan membuat perusahaan tersebut populer. Karena itu dalam sekali gebrakan, perlu dipertimbangkan membuat satu yang benar-benar menonjol dan bersifat trending untuk jangka panjang.

      3. Pengoptimalan Sumber Daya Yang Ada

      Tak hanya sumber daya manusia, sumber daya terkait inventory apa saja yang dimiliki oleh perusahaan saat ini juga sangat penting untuk dikelola dengan baik.
      Ø  Fungsi Pertukaran :
      Bertujuan memperlancar pemindahan hak milik dari  produsen ke konsumen. Kegiatan pada fungsi pertukaran adalah penjualan dan pembelian. Proses penjualan pada produk ternak hidup, melalui penggambaran (deskripsi), pemeriksaan dan pelelangan.
      Ø  Fungsi Pengadaan fisik :
      Bertujuan mengadakan barang secara fisik sehingga  memperlancar jalannya fungsi pertukaran. Yang berhubungan dengan fungsi ini adalah pengangkutan meliputi transfer cost, tarif, dan tenaga kerja ,  penyimpanan  meliputi ukuran, sifat dan masa produksi, dan biaya penyimpanan, prosesing meliputi seleksi, pengemasan, dan diferensiasi produk.. 
      Ø  Fungsi Penunjang :
      Fungsi ini bersifat membantu untuk menunjang terlaksananya fungsi – fungsi yang lain, termasuk pelayanan bantuan fasilitas modal, standarisasi dan grading,  penyebaran  informasi, dan resiko.
      Bauran Pemasaran
      Bauran pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan pemasarannya dalam target pasar. Bauran pemasaran merupakan variabel terkendali yang dapat digunakan perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen dari segmen pasar tertentu yang dituju oleh perusahaan. Walaupun pemasaran dapat dikendalikan secara penuh oleh perusahaan, namun pasar masih dibatasi oleh faktor eksternal perusahaan.
      Perbedaan perilaku konsumen pada setiap segmen pasar, mengharuskan setiap perusahaan untuk merumuskan kombinasi produk, harga, promosi dan distribusi dari bauran pemasaran yang berbeda, baik untuk menyesuaikan program pemasarannya dengan perilaku konsumen maupun mempengaruhi perilaku konsumen. Bauran pemasaran merupakan kumpulan dari variabel pemasaran tertentu dari setiap unsur P (Product, Price, Promotion, Place) dan sebagai inti dari sistem pemasaran. Semua variabel tersebut sama pentingnya namun dalam praktek mungkin salah satu lebih dominan dari lainnya karena pengaruh pasar dan kondisi perekonomian.
      a.   Strategi Produk Produk adalah sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, digunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi kebutuhan. Setiap perusahaan menginginkan agar produknya tetap berada di pasar dalam jangka waktu yang lama dan menghasilkan penjualan yang baik. Untuk itu pihak manajemen perusahaan perlu melakukan strategi daur hidup produk.
      b.   Strategi Harga Penetapan harga dan persaingan harga telah dinilai sebagai masalah utama yang dihadapi oleh faktor internal yang disesuaikan dengan strategi bauran pemasaran sebagai satu kesatuan. Faktor eksternal perusahaan yang mempengaruhi harga adalah tawaran dan harga pesaing serta kondisi ekonomi seperti tingkat inflasi, suku bunga perbankan, resesi maupun kebijakan pemerintah.
      c.   Strategi Promosi Untuk mengkomunikasikan produk, perusahaan perlu menyusun suatu strategi yang disebut dengan strategi bauran promosi, yang terdiri atas empat komponen utama yaitu:
      • Periklanan
      • Promosi penjualan
      • Hubungan masyarakat
      • Penjualan perorangan, melalui manajemen armada penjual (wiraniaga).
      d.   Strategi Distribusi Sebagian besar produsen menggunakan perantara untuk memasarkan produknya dengan cara membangun suatu saluran distribusi, yaitu sekelompok organisasi yang saling tergantung dalam keterlibatan mereka dengan proses yang memungkinkan suatu produk atau jasa tersedia bagi konsumen. Saluran distribusi membentuk tingkatan untuk menentukan panjangnya saluran dari produsen sampai ke konsumen.
      Tahapan proses keputusan pembelian konsumen yang oleh Kotler disebut dengan Model lima Tahap Pembelian, yaitu :
      1.   Timbulnya Kebutuhan
      Tahap ini diawali lebih dulu dengan stimulus atau rangsangan yang berarti motivasi untuk melakukan sesuatu. Motivasi ini dapat karena rangsangan internal, yaitu yang timbul dari diri sendiri maupun rangsangan eksternal atau dorongan dari luar. Tujuan utama komunikasi dari pengenalan kebutuhan adalah mendorong orang untuk membeli.
      2.   Pencarian informasi
      Ketika konsumen menyadari bahwa kebutuhannya belum terpenuhi, maka ia berusaha mencari informasi untuk pemenuhan kebutuhannya tersebut. Pencarian informasi dapat bersikap aktif maupun pasif, tergantung pada motivasi terhadap pemenuhan kebutuhannya. Tingkat pencarian informasi oleh konsumen sebagian besar tergantung pada pandangan konsumen terhadap resiko yang menyertai produk.
      3.   Evaluasi alternatif
      Pada tahap ini konsumen memiliki cukup informasi untuk memilih salah satu alternatif barang dari daftar yang ditawarkan. Promosi dapat membantu pembeli untuk mengevaluasi produk-produk atau merek-merek alternatif.
      4.    Keputusan Pembelian
      Setelah menentukan pilihan terbaik tentang produk dari berbagai alternatif, konsumen siap melakukan keputusan pembelian. Faktor yang mempengaruhi keputusan membeli adalah sikap orang lain dan situasi yang tidak terduga. Promosi langsung dengan pemberian contoh produk secara gratis dapat mempengaruhi calon pembeli.
      5.   Perilaku Setelah Pembelian
      Kebiasaan konsumen pada tahap ini akan mengalami suatu tingkat kepuasan atau ketidakpuasan terhadap produk yang dibeli. Hal ini sangat perlu menjadi perhatian dari pemasar, bila ingin produknya terus dipakai.

      Rabu, 18 Maret 2020

      Susu merupakan hasil pemerahan yang berasal dari ternak sapi perah atau dari ternak menyusui lainnya yang diperah secara berkelanjutan dan komponen-komponen didalamnya tidak dikurangi maupun ditambahkan dengan bahan-bahan lain. Di samping itu, susu merupakan bahan organik yang dapat menjadi sarana potensial bagi pertumbuhan maupun penyebaran bakteri.
      Susu juga merupakan salah satu bahan pangan yang kaya akan zat gizi. Kandungan protein,glukosa, lipida, garam mineral, dan vitamin dengan pH sekitar 6,80 menyebabkan mikroorganismemudah tumbuh dalam susu. Secara alami, susu mengandung mikroorganisme kurang dari 5 x 103 perml jika diperah dengan cara yang benar dan berasal dari sapi yang sehat.Mulai dari bayi hingga orang dewasa masih mengkonsumsi produk pangan ini. Bahkan bagibayi dan balita, susu merupakan suplemen makanan yang paling utama. Produk susu yang seringdikonsumsi masyarakat adalah susu bubuk, biasanya produk ini berasal dari produksi susu hewan (Scribd, TT).
      Susu segar berkualitas tinggi mengandung manfaat alami dan seimbang dari protein, karbohidrat, vitamin, mineral seperti kalsium, magnesium, fosfor, sehingga menjadikan susu sebagai makanan yang lengkap. Susu segar mengandung semua gizi penting yang dibutuhkan anak-anak dan juga dewasa. Susu adalah menu terakhir dari empat sehat dan lima sempurna, minuman yang aslinya berwarna putih ini memang memiliki kandungan nutrisi yang sangat penting. Mulai dari bayi lahir sampai dengan tua sebaiknya tetap mengkonsumsi susu, tetapi dengan kandungan yang perlu disesuaikan dengan usia.



      II.            SUMBER KONTAMINASI SUSU
      Susu bukan hanya merupakan makanan yang baik bagi manusia tetapi juga baik bagi bakteri, baik patogen maupun non patogen (Dwijoseputro, 1990). Jumlah bakteri dalam susu dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik (Hadiwiyoto, 1994).

      Menurut Yusuf, A (2011) faktor–faktor yang mempengaruhi kualitas susu adalah:
      1. Kesehatan sapi. Kesehatan sapi sangat berpengaruh terhadap kualitas susu yang dihasilkan, sapi yang sehat tentunya akan menghasilkan susu dengan kualitas yang baik berbeda halnya dengan sapi yang tidak sehat
      2. Keadaan kandang sapi. Kandang sapi yang bersih akan berdampak terhadap susu yang dihasilkan, tetapi jika kandang sapi tidak bersih dan tidak sehat maka jumlah bakteri dalam susu dapat naik dengan cepat. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan yakni pencucian lantai kandang, ventilasi, penerangan serta saluran pembuangan air.
      3. Kesehatan pemerah atau pekerja. Pekerja dan semua orang yang berhubungan dengan pemerahan maupun pengolahan susu harus terjamin kebersihannya. Hal ini penting agar kontaminasi silang antara pekerja dengan susu tidak terjadi dan dapat menekan jumlah bakteri di dalam susu
      4. Pemeriksaan terhadap penyakit menular. Pemeriksaan terhadap panyakit menular pada sapi perah yang sangat berbahaya baik pada sapi itu sendiri maupun bagi konsumen, yakni penyakit TBC dan Brucellosis, maka sebelum pemerahan dilakukan terlebih dahulu pemeriksaan terhadap kemungkinan terjadinya penyakit menular tersebut.
      5. Kebersihan sapi yang diperah. Semua kotoran yang mencemari susu mengakibatkan susu mudah rusak, maka sapi yang hendak diperah harus bersih, untuk itu sapi perlu dibersihkan dari kotoran yang melekat pada tubuhnya, mulai dari ekor, ambing hingga puting.
      III.           PENGENDALIAN KONTAMINASI SUSU
      Menurut Grahatika, 2009 didalam Yusuf, A. (2011) kontaminasi susu perlu dicegah sedini mungkin dengan menjaga kebersihan dan kesehatan ternak agar susu yang diproduksi terjaga kebersihannya dan lebih tahan lama dari kerusakan. Terdapat beberapa penanganan yang dapat dilakukan, antara lain:
      1. Pendinginan Susu. Pendinginan susu bertujuan agar terjadi penurunan suhu dari suhu ambing 37oC ke berbagai suhu yang lebih rendah untuk menahan mikroorganisme perusak susu agar tidak berkembang, sehingga susu tidak mengalami kerusakan dalam waktu yang relatif singkat. Pendinginan susu biasanya menggunakan lemari es atau alat pendingin khusus dengan suhu dibawah 10oC.
      2. Pasteurisasi Susu. Pasteurisasi susu adalah pemanasan susu di bawah temperatur titik didih dengan maksud hanya membunuh kuman ataupun bakteri patogen sedangkan sporanya masih dapat hidup. Terdapat 3 cara pasteurisasi, yaitu:
      • Pasteurisasi lama (low temperature long time). Pemanasan susu dilakukan pada temperatur yang tidak begitu tinggi dengan waktu yang relatif lama yakni 63oC selama 30 menit.b.    Pasteurisasi singkat (High temperature short time). Pemanasan susu dilakukan pada temperatur tinggi dengan waktu yang relatif singkat yakni 72–75oC selama 15–20 detik.
      • Pasteurisasi dengan Ultra High Temperature (UHT). Pasteurisasi dengan UHT dilakukan pada suhu 125oC selama 15 detik atau 131oC selama 0,5 detik.
      Dalam Weebly (TT), produksi susu yang tinggi dan berkualitas baik didapatkan melalui penerapan Good Farming Practices (GFP) yang meliputi bangunan dan fasilitas peternakannya, manajemen pakan, sumber daya manusia, proses pemerahan dan manajemen peternakan Yang harus diperhatikan dalam pemerahan :
      1. kandang harus bersih terutama kandang sapi yang hendak diperah;
      2. sapi yang akan diperah, ambingnya harus bersih, bagian daerah lilpatan paha dan pahanya harus dicuci hingga bersih;
      3. sapi yang akan diperah diberi makanan konsentrat terlebih dahulu supaya sapi tersebut dalam keadaan tenang.  Jangan diberi rumput, silase atau hijauan lainnya sebelum dan selama pemerahan; 
      4.  alat-alat susu (ember, tempat penyimpanan susu) harus bersih.  Membersihkannya dengan air sabun yang hangat-hangat kuku serta disekat kemudian dibilas jangan memakai lap atau serbet;
      5. mengikat ekor sapi yang suka menggerak-gerakan ekornya;
      6. mencuci ambing dengan air bersih yang hangat (50-600c) dengan menggunakan lap bersih, kemudian dikeringkan dengan menggunakan handuk kering dan bersih.  Mencuci ambing  akan lebih baik bila menggunakan cairan chlor yang mengandung 150–200 mg chlor per liter air;
      7. tukang perah harus selalu bersih tangannya selama pemerahan dan memakai pakaian yang bersih.  Sebelum pemerahan tangannya harus dicuci dengan sabun.  Jangan memakai vaselin atau minyak sebagai pelicin.
      8. uji mastitis hendaknya dilakukan setiap melakukan pemerahan yaitu dengan memerah pakai tiga jari (Ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah) pada setiap puting 2 atau 3 pancaran susu ke dalam cangkir atau piring alumunium yang bagian dalamnya di cat hitam untuk mengetahui ada tidaknya kelainan susu yang terdapat dalam susu misalnya darah atau nanah.



      IV.          MIKROORGANISME DAN PATHOGEN DALAM SUSU
      DAN PRODUKSI SUSU
                  Kualitas air susu merupakan suatu faktor yang sangat penting dalam rangka penyediaan susu sehat untuk konsumen dan hasil olahannya. Oleh karena itu untuk menjamin konsumen mendapatkan susu berkualitas baik, maka diperlukan suatu peraturan yang mengatur syarat – syarat, tata cara pengawasan dan pemeriksaan kualitas susu produksi dalam negeri. Sampai saat ini di Indonesia peraturan tersebut mengacu kepada Standar Nasional Indonesia tahun 2000, dimana mengatur persyaratan jumlah total bakteri yang boleh ada dalam air susu segar adalah 106 CFU/g. Disamping itu ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi berkenaan dengan pencemaran beberapa jenis bakteri pathogen (Unpad, 2009).

      Rabu, 11 Maret 2020

      perusahaan yang bergerak dalam peternakan

      Kesuksesan PT. Japfa Confeed Indonesia dibangun atas dasar keyakinan dalam membina hubungan yang paling menguntungkan, berdasarkan kepercayaan dan integritas. Bersama seluruh pihak-pihak terkait perseroan selalu mengambil sisi pro aktif dalam mengembang hubungan yang saling menguntungkan. Adapaun berikut visi dan misi perusahaan:
      1.      Bersama seluruh pemegang sahamnya, perseroan senantiasa bertujuan meraih imbal hasil investasi yang lebih baik.
      2.      Bersama rekan bisnis, perseroan bekerja sama dalam menekan persaingan yang tdak sehat.
      3.      Bersama pelanggan, perseroan memfokuskan diri untuk memberikan dan menghasilkan produk unggulan dan pelayanan yang sangat bersaing dan membina hubungan yang saling menguntungkan.
      4.      Bersama pemasok, menawarkan dam mengeksploitasi kesepakatan dalam bekerja sama.
      5.      Bersama karyawan, perseroan harus mencari dan mengembangkan program-program yang dapat memberikan hasil dan nilai tambah terbaik bagi setiap karyawan.
      6.      Bersama Masyarakat, perseroan melakukan upaya untuk menjadi warga dunia usaha yang bertanggung jawab terhadap masyarakat disekitarnya.
      Mengikuti motto “Berkembang Menuju Kesejahteraan Bersama” menjadi titik tolak kesuksesan PT Japfa Comfeed Indonesia.
      Pada tahun 2015 menjadi penyedia terkemuka dan terpercaya di bidang produk pangan berprotein terjangkau di kawasan berkembang Asia, berlandaskan kerjasama dan pengalaman teruji, dalam upaya memberikan manfaat bagi seluruh pihak terkait.
      Penjelasan:
      Terkemuka
      1.    Menjadi yang utama dan selalu diingat
      2.    Menjadi panutan bagi industry sejenis
      3.    Berkembang melalui proses berkesinambungan
      4.    Selangkah lebih maju dalam persaingan
      Terpercaya
      1.    Dapat diandalkan segenap pemasok, pelanggan dan karyawan
      2.    Konsisten, dapat dipercaya, aman, berkualitas baik, produk higienis
      3.    Bertanggung jawab kepada masyarakat dan lingkungan sekitar
      Terjangkau
      1.    Mengutamakan masyarakat luas
      2.    Kualitas baik dengan harga terjangkau
      3.    Berperan aktif dalam menanggulangi keterbatasan pangan
      4.    Penyedia protein yang efisien, mengarah pada tingkat keuntungan jangka panjang yang mendukung kelangsungan usaha
      Produk Pangan Berprotein
      1.    Mengembangkan usaha dibidang protein dari hewan ternak termasuk unggas dan hewan laut
      2.    Termasuk usaha utama di bidang pakan, pembiakan & pemeliharaan ternak, vaksin dan lain-lain
      3.    Berujung pada produksi makanan olahan untuk konsumsi manusia
      Kawasan Berkembang Asia, meliputi:
      1.    Asia tenggara
      2.    Indo China
      3.    China
      4.    India
      5.    Timut tengah
      Kerjasama
      1.    Bekerjasama dan saling membantu satu sama lain tanpa diminta
      2.    Koordinasi yang sempurna
      3.    Beroperasi sebagai satu kesatuan
      4.    Berbeda pendapat tetapi tetap bergerak sebagai satu tim
      Pengalaman teruji
      Memiliki pengalaman teruji di bidang peternakan dan di kawasan berkembang Asia
      Pihak terkait, meliputi:
      1.    Karyawan
      2.    Pelanggan
      3.    Pemasok
      4.    Peternak mitra
      5.    Pemegang saham
      6.    Masyarakat

         PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk berdiri pada tanggal 18 Januari 1971, pada awal berdirinya bernama PT. Java Pelletezing Factory LTD (JAPFA) yang bergerak dalam industry ekstraksi minyak bungil kelapa & pelletizing plant (komplek pengolahan pakan ternak). Adapaun jenis produksi yang dihasilkan pada saat itu adalah minyak ekstraksi bungil kelapa (CEO-Coconut Extraction Oil) dan pellet bungil kelapa (CEP-Copra Extracted Pellet). Lokasi industry pertama kali dari perusahaan ini di kota Surabaya tepatnya di Jl. Nilam Barat dan pemilik dari perusahaan ini masih bersifat pribadi (privatei) yaitu Bapak Ferry Teguh Santosa. Pada masa-masa itu produk JAPFA Oil dan JAPFA Pellet merupakan produk yang disegani di Benua Eropa walaupun produk tersebut dihasilkan dari perusahaan yang bias dibilang perusahaan pribadi. Sesuai dengan berkembangnya industry dibidang pakan ternak, PT. Java Pelletizing factory LTD menjual Sahamnya kepada khalayak luas (go public). PT. Java Pelletizing Factory LTD go publik pada tanggal 22 Agustus 1989.
                  Untuk memperluas bidang usaha maka PT. Java Pelletizing Factory LTD pada tanggal 12 Desember 1989 mengakuisisi 4 buah industry ransum pakan ternak di Sidoarjo, Tanggerang, Cirebon dan Lampung di bawah bendera merek “COMFEEDD” dan 1 buah industri ransum pakan udang di Sioarjo merek “COMFEED”. Untuk menunjang perkembangan dari industry tersebut maka PT. Java Pelletizing Factory LTD memindahkan pusat bisnisnya dari Surabaya ke Jakarta.
                  Sebagai salah satu metode untuk melakukan diferensiasi bisnis, PT. Java Pelletizing Factory LTD antara lain melakukan penambahan jenis usaha dengan mengakuisisi serta membentuk anak perusahaan dengan modal bisnis yang
      berbeda tapi melengkapi fungsi-fungsi yang ada dalam model bisnis inti PT. Java Pelletizing Factory LTD.

      Struktur Organisasi

                  Dalam mempertahankan kontinuitas dan pengembangan perusahaan, system manajenem sangat diperlukan. Salah satu aspek dari system manajemen adalah bentuk organisasi untuk mempermudah membuat suatu system kerja yang efektif dan efesien (Swasta dan Soekotjo, 1983).
      Bentuk struktur organisasi pada PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk adalah lini dan staff, dengan cirri-ciri antara lain wewenang yang diberikan langsung dari atasan kepada bawahan dan tiap departemen tidak bertanggung jawab terhadap staff, perusahaan merupakan suatu organisasi besar, daerah kerjanya luas, mempunyai bidang tugas yang beraneka ragam, jumlah karyawannya banyak serta terdapat satu atau lebih tenaga staff.
                  Beberapa keuntungan organisasi lini dan staff adalah dapat digunakan oleh setiap organisasi besar, apapun tujuannya, betapapun luas tugas dan kompleks susunan organisasinya, pengambilan keputusan yang sehat lebih mudah karena adanya staff ahli.
      Sedangkan kerugiannya antara lain karyawan tidak saling mengenal sehingga solidaritas sukar diharapkan, koordinasi organisasi terkadang sulit diterapkan karena rumit dan kompleksnya (Manullang, 1981).
                  PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk dipimpin oleh seorang Head of Unit yang membawahi beberapa Departemen yaitu Marketing, Plant, Procurement, finance and Accounting, Quality Control, dan pernonnel and General affrairs yang masing-masing dipimpin oleh seorang Manajer Departemen.
      Head of Unit bertanggung jawab sepenuhnya pada perusahaan, di dalam menentukan kebijakan untuk pengembangan perusahaan, bertanggung jawab atas terselenggaranya tugas dan pengelolaan personil perusahaan. Marketing Manager mempunyai tanggung jawab dalam menentukan masalah strategi penjualan, harga dan kolektor atau penarik uang dan bertanggung jawab terhadap Head of UnitPlant Manager bertanggung jawab terhadap masalah produksi, pergudangan yang meliputi bahan baku dan barang jadi, masalah teknik yang meliputi mesin dan kelengkapannya serta fassilitas pabrik, masalah proses perencanaan produksi dan pengendalian inventori. Plant Manager secara langsung membawahi Production DepartmenWarehouse Department, Technical Department, dan PPIC Department. Selain itu Plant Manager juga bertanggung jawab terhadap Head of UnitProcurement Manager bertanggung jawab kepada Head of Unit dan terhadap pengadaan material sesuai standart dengan bahan baku impot mengatur mulai dari pembelian, pengiriman dan penerimaan di pelabuhan.
                  Finance and Accounting Manager bertanggung jawab terhadap penentuan strategi keuangan secara total meliputi pengeluaran uang, pemasukan uang, mengontrol pemasukan dan pengeluaran uang serta pajak dan bertanggung jawab terhadap Head of Unit.
                  Quality Control Manager mempunyai tanggung jawab dalam melakukan control terhadap bahan baku yang akan dibeli atau yang masuk, bahan baku yang tersimpan dalam gudang, bahan baku yang sedang dip roses dan barang jadi dalam gudang serta memberikan garansi terhadap kondisi-kondisi tersebut diatas kepada departemen internal meliputi produksi, pengadaan material dan formulator serta bertanggung jawab terhadap Head of Unit.
                  Tanggung jawab seorang Personnel and General Affrairs Manager meliputi masalah penerimaan pegawai, promosi, gaji, kesehatan, keamanan dan bertanggung jawab kepada Head of Unit.

       Kondisi Secara Umum

                  Tujuan suatu organisasi perusahaan adalah untuk mencapai tujuan dimana individu-individu tidak dapat mencapainya sendiri. Kelompok dua atau lebih orang yang bekerja secara kooperatif dan dikoordinasikan dapat mencapai hasil lebih daripada dilakukan perseorangan. Konsep ini disebut synergy. Tiang dasar pengorganisasian adalah prinsip pembagian kerja yang memungkinkan synergy terjadi.
      Sebagai contoh, pembagian kerja PT. Japfa Comfeed Indonesia :
      dimana ada manajer perusahaan, kepala bagian lapangan, asisten kepala lapangan, dokter hewan, anak kandang, serta petugas-petugas lainnya, Pembagian kerja ini efektif karena bila hanya komponen kecil dari pekerjaan yang dilaksanakan, kualifikasi personalia yang rendah digunakan, latihan jabatan lebih mudah. Gerakan-gerakan dan perpindahan yang percuma dari komponen pekerjaan yang besar diminimumkan. Lebih dari itu, pembagian kerja mengarahkan penanaman pada peralatan dan mesin-mesin yang efisien untuk meningkatkan produktivitas.

       Manajemen SDM

      PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk merupakan salah satu perusahaan dalam pembuatan pangan terkemuka dengan kegiatan bisnis inti meliputi pembuatan pakan ternak, pembibitan ayam, pengolahan unggas dan perikanan budidaya. PT Japfa Comfeed Indonesia juga merupakan salah satu perusahaan nasional yang menggunakan teknologi komputer sebagai media dalam melaksanakan proses bisnis. Akan tetapi, selama ini dalam mengelola informasi SDM sebagai penunjang kebutuhan sumber daya manusia PT Japfa Comfeed Indonesia masih menggunakan sistem yang belum dapat memberikan informasi SDM secara cepat, mudah, dan akurat. Berdasarkan hasil wawancara dengan Head Of HRIS (Human Resource Information System) PT Japfa Comfeed Indonesia, bahwa PT Japfa Comfeed Indonesia memiliki sistem yang dirancang sendiri untuk melakukan kegiatan proses bisnis pada divisi human resource. Berdasarkan wawancara dengan Head Of HRIS PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, setiap bulan, triwulan, semester, dan tahunnya PT Japfa Comfeed Indonesia membuat dan mengelola data karyawan yang berjumlah 27.777 karyawan menjadi sebuah informasi SDM dengan menggunakan Ms. Word dan Ms. Excel, yang dimana staff human resource PT Japfa Comfeed Indonesia harus mengecek satu per-satu data karyawan dari tiap divisi, dan cabang perusahaan untuk disatukan dan diolah menjadi informasi SDM sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk membuat serta mengelola informasi SDM tersebut. Selain permasalahan pengelolaan informasi, banyak permasalahan-permasalahan yang terjadi pada divisi Human Resource seperti karyawan yang telah berhenti masih menerima gaji karena data tidak update, kurangnya talent management, dan sebagainya.
      Informasi SDM dibuat menjadi sebuah laporan yaitu laporan bulanan, laporan triwulan, laporan semester, dan laporan tahunan. Setiap laporan berisikan informasi mengenai SDM seperti informasi distribusi usia karyawan, masa kerja dan pendidikan karyawan, informasi training karyawan, dan sebagainya sesuai dengan rentang waktu laporan yang ingin dibuat.
      Masalah lain dalam pengolaan informasi SDM juga terjadi pada kemungkinan terjadinya kesalahan dan kelalaian staff HRIS dalam mengelola informasi SDM sehingga informasi yang disediakan kurang berkualitas dan akurat. Dapat juga mengakibatkan biaya yang dikeluarkan untuk mengelola informasi SDM sangat banyak.

      Manajemen Produksi

                  Dalam pemenuhan bahan baku hasil produksi, PT. Japfa Comfeed Indonesia mengadakankontrak dengan perusahaan angkutan darat dan laut EMKL (ekspedisi muatan kapal laut), Besar kecilnya dan frekuensi pengiriman pakan tergantung dari permintaan konsumen, besar kecilnya agen dan fasilitas gudangyang dimiliki oleh agen.

      Manajemen Keuangan

                  Likuiditas pada jangka pendeknya cukup baik meskipun mengalami penurunan dari tahun sebelumnya tetapi tetap dapat melunasi hutang-hutangnya. Peningkatan yang cukup baik tersebut membuktikan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kas karena kasnya meningkat dari tahun ke tahun. PT. Japfa Comfeed Indonesia juga memiliki investasi jangka pendek yang dapat mengurangi kelikuidan perusahaan dan menunjukkan perusahaan belum mampu menjual persediaannya. Perusahaan juga memiliki peningkatann kas tetapi dalam aktivitas operasi di bagian penjualan mengalami penurunan yang didukung dengan memiliki investasi jangka pendek. Hal ini perlu diwaspadai karena dikhawatirkan bahwa kas meningkat karena adanya investasi jangka pendek.

       PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam usaha makanan ternak yang khusus melayani kebutuhan pakan di Indonesia. Dalam menjalankan usahanya perusahaan ini bersaing dengan beberapa perusahaan pakan ternak yang ada di Indonesia dan menyadari perlunya pemahaman dalam mencapai tujuan pemasarannya. Untuk itu diperlukan suatu kegiatan pemasaran yang merupakan kegiatan perusahaan mulai dari perencanaan produksi hingga pemasaran. PT. Japfa Confeed Indonesia memasarkan produknya memalui penjualan langsung ke peternak dan juga melalui agen-agen maupun toko-toko penyedia sarana peternakan. Selain itu PT Japfa Juga memberikan pelayanan jasa kepada para peternak dengan cara memberikan mereka pengarahan dan pembinaan.

       Hasil Analisa

                  Berdasarkan hasil penelitian di peroleh dapat dikatakan bahwa PT. Japfa Comfeed Indonesia merupakan salah satu perusahaan terbesar yang bergerak dalam bidang agri-food terintegritas di Indonesia. Berbagai macam unit bisnis yang dilakukan oleh perusahaan ini mulai dari pembuatan pakan ternak, pembibitan ayam, pengolahan unggas serta pembudidayaan tanaman.Perusahaan ini juga memliki keunggulan yang meliputi integrasi vertikan dan skala ekonomi, hal ini dimaksud bahwa perusahaan menjalin hubungan baik antara operasional yang dilakukan di hulu dengan hilir. Dengan dijaganya hubungan tersebut maka akan terjamin kualitas produk yang unggul. Disamping itu dengan skala ekonomi. PT Japfa menawarkan produk-produk dengan biaya yang terjangkau bagi konsumen Indonesia.






       Kesimpulan

      PT Japfa Comfeed Indonesia merupakan salah satu perusahaan terbesar di Indonesia yang bergerak di bidang produksi pakan ternak yang terintegritas. Perusahaan ini juga melakukan kegiatan seperti pembibitan ayam, pengelolaan unggas dan pembudidayaan tanaman
      Visi, misi, pemilihan strategis yang di ambil oleh PT Japfa Comfeed Indonesia menghasilkan strategi induk, dan tujuan strategi organisasi untuk jangka panjang dan masihsesuai dengan keadaan saat ini, sehingga tidak perlu ada perubahan dari Visi Misi tersebut.

       

      DAFTAR PUSTAKA

      Sevilla. G, Ochave, Jesus., Uriarte, Gabriel., 1993. Pengantar Metode Penelitian. Universitas Indonesia, Jakarta.
      Siagian, S.P. 2002. Manajemen Strategik. Bumi Aksara: Jakarta.
      Dinas Peternakan, 2005. Statistik Peternakan Tahun 2005. Dinas Peternakan Provinsi Sulawesi Selatan.