. Konsep penetapan harga
Penetapan harga atau pricing, seperti istilah yang digunakan dalam ekonomi dan keuangan, adalah tindakan untuk menetapkan nilai suatu produk atau layanan. Dengan kata lain, pricing terjadi ketika bisnis memutuskan berapa banyak pelanggan harus membayar untuk suatu produk atau layanan. Penetapan harga adalah proses menetapkan nilai yang akan diterima produsen dalam pertukaran jasa dan barang. Metode pricing dilakukan untuk menyesuaikan biaya yang ditawarkan produsen yang sesuai dengan produsen dan pelanggan. Pricing bergantung pada harga rata-rata perusahaan, dan nilai yang dirasakan pembeli dari suatu barang, dibandingkan dengan nilai yang dipersepsikan dari produk pesaing.
B. Tujuan penetapan harga
Tujuan Penetapan Harga yaitu memperoleh keuntunganyang optimal, membuat perusahaan tetap bertahan, mencapai ROI (Rate of Return), menguasai pangsa pasar dan mempertahankan status Quo (Abadi, 2016). Adapun tujuan penetapan harga, yaitu:
· Bertahan
Tujuan penetapan harga bagi perusahaan mana pun adalah untuk menetapkan harga yang masuk akal bagi konsumen dan juga agar produsen dapat bertahan di pasar. Setiap perusahaan berada dalam bahaya tersisih dari pasar karena persaingan yang ketat, perubahan preferensi dan selera pelanggan. Oleh karena itu, saat menentukan biaya produk, semua variabel dan biaya tetap harus dipertimbangkan. Setelah fase bertahan hidup selesai, perusahaan dapat mengupayakan keuntungan ekstra.
· Meningkatkan laba saat ini
Sebagian besar perusahaan mencoba memperbesar margin laba dengan mengevaluasi permintaan dan penawaran jasa dan barang di pasar. Jadi harga ditetapkan sesuai dengan permintaan produk dan pengganti produk tersebut. Jika permintaan tinggi, harga juga akan tinggi.
· Penguasaan pasar
Perusahaan memberlakukan angka rendah untuk barang dan jasa untuk mendapatkan ukuran pasar yang besar. Teknik ini membantu meningkatkan penjualan dengan meningkatkan permintaan dan menurunkan biaya produksi.
· Pasar untuk ide inovatif
Di sini, perusahaan menetapkan harga tinggi untuk produk dan layanan mereka yang sangat inovatif dan menggunakan teknologi mutakhir. Harganya tinggi karena biaya produksi yang tinggi. Ponsel, gadget elektronik adalah beberapa contohnya.
C. Faktor-faktor yang mempengaruhi penetapan harga
1. PRODUCT LIFE CYCLE
Tahap Perkenalan (introduction) ; Ini tahapan pertama produk baru, sehingga belum ada target konsumen, dan produk belum dikenal sehingga diperlukan penetapan harga produk secara khusus untuk membuat produk diterima dan dikenal konsumen.
Tahap Pertumbuhan (growth) ; Pada tahap pertumbuhan, produk mulai dikenal konsumen, terjadi peningkatan volume penjualan dan laba juga akan meningkat pesat dan biasanya dibarengi dengan promosi yang kuat, dan permintaan pasar akan meningkat juga, sehingga harga yang telah ditetapkan juga harus ditingkatkan.
Tahap Kedewasaan (maturity) ; Ini adalah saat produk berada pada titik jenuh, hal ini ditandai dengan tidak bertambahnya konsumen yang ada sehingga angka penjualan tetap di titik tertentu dan jumlah keuntungan yang mulai menurun.
Tahap Penurunan (decline) ; Pada kondisi decline, penjualan produk mulai turun, karena konsumen mulai beralih ke produk subtitusi, sehingga jumlah keuntungan yang diperoleh produsen dan pedagang akan menurun drastis atau perlahan turun.
2. PENAWARAN dan PERMINTAAN
Secara konsep, permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli pada tingkat harga tertentu, di mana umumnya tingkat harga yang lebih rendah akan mengakibatkan jumlah permintaan akan lebih besar. Sedangkan penawaran adalah suatu jumlah yang ditawarkan oleh penjual pada suatu tingkat harga tertentu, dimana umumnya harga yang lebih tinggi akan mendorong jumlah yang penawaran lebih besar. Harga yang terjadi adalah harga pada titik pertemuan antara harga permintaan dan harga penawaran. Karena hukum permintaan dan penawaran saling bertolak belakang, maka harga yang terbentuk adalah berdasarkan hasil permintaan dan penawaran tersebut, dimana konsumen dan penjual sama-sama mendapat keuntungan.
3. ELASTISITAS PERMINTAAN
Faktor lain yang dapat mempengaruhi penentuan penetapan harga produk adalah sifat permintaan pasar, di mana sebenarnya sifat permintaan pasar ini tidak hanya mempengaruhi penentuan penetapan harga produk / penetapan harga jual saja, tetapi juga mempengaruhi volume penjualan barangnya.
4. PERSAINGAN PASAR
Harga jual beberapa barang seringkali dipengaruhi oleh persaingan yang ada di pasar, di mana sering sekali seorang penjual menurunkan atau menaikkan harga jual produknya, saat mengetahui kompetitor menaikkan atau menurunkan harga jual produknya. Situasi persaingan yang ada di pasaran akan mempersulit penjual perseorangan untuk menjual dengan harga lebih tinggi kepada pembeli yang lain.
5. BIAYA PRODUKSI Dan PEMASARAN
Biaya produksi adalah akumulasi dari semua biaya-biaya yang dibutuhkan dalam proses produksi dengan tujuan untuk menghasilkan suatu produk atau barang. Biaya-biaya ini meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya operasional barang / pabrik, dan lain sebagainya, yang secara cermat dihitung dan salah satunya digunakan untuk membuat penetapan harga produk, dimana pada posisi ini akan muncul harga pokok produksi. Sedangkan biaya pemasaran secara singkat adalah biaya yang dibutuhkan untuk membuat produk sampai di konsumen.
D. Metode penetapan harga
Metode pricing merupakan teknik yang diterapkan perusahaan untuk mengevaluasi harga pokok produknya. Proses ini merupakan tantangan yang paling menantang yang dihadapi oleh perusahaan, karena harga harus sesuai dengan struktur pasar saat ini dan juga melengkapi pengeluaran perusahaan dan mendapatkan keuntungan. Metode penetapan harga dibagi menjadi dua bagian:
1. Metode Penetapan Harga Berorientasi Biaya
Ini adalah dasar untuk mengevaluasi harga barang jadi, dan sebagian besar perusahaan menerapkan metode ini untuk menghitung harga pokok produk. Cara ini dibagi lagi menjadi cara-cara berikut:
· Cost-Plus Pricing
Dalam penetapan harga ini, pabrikan menghitung biaya produksi yang dipertahankan dan memasukkan persentase tetap (juga dikenal sebagai mark up) untuk mendapatkan harga jual. Peningkatan keuntungan dievaluasi pada biaya total (biaya tetap dan variabel).
· Markup Pricing
Di sini, jumlah tetap atau persentase dari total biaya suatu produk ditambahkan ke harga akhir produk untuk mendapatkan harga jual suatu produk.
· Target-Returning Pricing
Perusahaan atau firma menetapkan biaya produk untuk mencapai Tingkat Pengembalian Investasi.
2. Metode Penetapan Harga Berorientasi Pasar
Di bawah kategori ini, ditentukan berdasarkan riset pasar:
· Perceived-Value Pricing
Dalam metode ini, produsen menetapkan biaya dengan mempertimbangkan pendekatan pelanggan terhadap barang dan jasa, termasuk elemen lain seperti kualitas produk, iklan, promosi, distribusi, dll. Yang memengaruhi sudut pandang pelanggan.
· Value pricing
Di sini, perusahaan menghasilkan produk yang berkualitas tinggi tetapi harga rendah.
· Going-Rate Pricing
Dalam metode ini, perusahaan meninjau tarif pesaing sebagai dasar dalam menentukan tarif produk mereka. Biasanya cost produknya kurang lebih sama dengan kompetitor.
· Auction Type Pricing
Dengan lebih banyak penggunaan internet, metode penetapan harga kontemporer ini berkembang dari hari ke hari. Banyak platform online seperti OLX, Quickr, eBay, dll. Menggunakan situs online untuk membeli dan menjual produk ke pelanggan
· Differential Pricing
Metode ini diterapkan ketika harga harus berbeda untuk kelompok atau pelanggan yang berbeda. Di sini, harga mungkin berbeda menurut wilayah, area, produk, waktu, dll.
E. Memonitor pergerakan harga, produk dan kebijakan distribusi untuk kebutuhan perusahaan
Dalam analisis pergerakan harga menggunakan analisis fundamental dan analisis teknikal. Analisis fundamental adalah sebuah analisis yang dilakukan untuk melihat bagaimana kondisi fundamental sebuah perusahaan saat ini sehingga bisa diprediksi kecenderungan trend di masa mendatang. Analisis analisis teknikal tidak melihat kepada kondisi fundamental tetapi lebih melihat trend pergerakan harga saham di masa lalu untuk dibuatkan sebuah prediksi di masa mendatang. Dengan analisis teknikal tidak perlu membaca laporan keuangan hanya perlu membaca sebuah grafik.
Perusahaan atau pebisnis selalu teliti dalam memantau pergerakan produk. Istilah yang sering kali disebutkan untuk kegiatan tersebut adalah product life cycle. Product life cycle adalah proses suatu produk mulai dari peluncuran sampai penarikan kembali dari pasar. Secara umum, konsep ini digunakan oleh perusahaan untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk meningkatkan iklan, menurunkan harga, memperluas jangkauan pasar, hingga melakukan desain ulang pada kemasan produk. Dalam kehidupan sehari-hari, pasti kamu sering menemui produk lama yang dikeluarkan oleh perusahaan dari pasar dan digantikan oleh produk baru yang terlihat lebih sukses. Fenomena tersebut memperlihatkan bagaimana product life cycle memiliki peran penting bagi perusahaan dalam menjalankan bisnis jangka panjang. Kebijkan saluran distribusi ada bermacam-macam yaitu sebagai berikut :
· Penyaluran Langsung yaitu bentuk saluran yang paling pendek dan sederhana dimana produsen langsung menjual barangnya langsung kepada konsumen tanpa perantara.
· Penyaluran Semi Langsung yaitu produsen hanya menggunakan satu mata rantai saluran saja yaitu pengencer.
· Penyaluran Tidak Langsung yaitu banyak menyalurkan saluran tradisional, dimana produsen hanya melayani penjual dalam jumlah besar dimana pembelian oleh konsumen dilayani oleh pengencer.
Saluran distribusi dalam kehidupan suatu perusahaan sangatlah penting artinya, terutama dalam kegiatan perusahaan untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Banyak perusahaan tidak dapat mencapai sasaran penjualannya karena kesalahan dalam memilih saluran distribusi, di mana menyebabkan penyampaian barang/jasa hasil produk kepada konsumen mengalami berbagai hambatan.
studi kasus:
PENGARUH BAURAN PEMASARAN HARGA TERHADAP KEPUASAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN (Studi Kasus PT. Sinarmentari Indoprima Cabang Kota Bandung)
Kuesioner dalam penelitian ini disebarkan kepada 100 (seratus) responden yang merupakan pelanggan dari PT. Sinarmentari Indoprima Cabang Kota Bandung. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda dan analisis path yang sebelumnya telah dilakukan uji asumsi klasik terlebih dahulu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bauran Pemasaran Harga, Kepuasan Pelanggan dan Loyalitas Pelanggan pada PT. Sinarmentari Indoprima Cabang Kota Bandung adalah baik. Kemudian, Bauran Pemasaran Harga berpengaruh terhadap Kepuasan Pelanggan, Bauran Pemasaran Harga berpengaruh terhadap Loyalitas Pelanggan dan Kepuasan Pelanggan berpengaruh terhadap Loyalitas Pelanggan pada PT. Sinarmentari Indoprima Cabang Kota Bandung. Akan tetapi, Bauran Pemasaran Harga tidak memberikan dampak pada Loyalitas Pelayanan melalui Kepuasan Pelanggan pada PT. Sinarmentari Indoprima cabang Kota Bandung.
1. Bauran pemasaran harga pada PT. Sinarmentari Indoprima cabang Kota Bandung baik.
2. Kepuasan pelanggan pada PT. Sinarmentari Indoprima cabang Kota Bandung baik.
3. Loyalitas Pelanggan PT. Sinarmentari Indoprima sakcabang Kota Bandung baik dimata Pelanggan dinilai baik.
4. Terdapat pengaruh antara bauran pemasaran harga terhadap kepuasan pelanggan pada PT. Sinarmentari Indoprima cabang Kota Bandung.
5. Terdapat pengaruh bauran pemasaran harga terhadap loyalitas pelanggan pada PT. Sinarmentari Indoprima cabang Kota Bandung.
6. Terdapat pengaruh kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan pada PT. Sinarmentari Indoprima cabang Kota Bandung.
7. Bauran pemasaran harga tidak memberikan dampak pada loyalitas pelayanan melalui kepuasan pelanggan pada PT. Sinarmentari Indoprima cabang Kota Bandung.
referensi :
sakti, anggono raras tirto. linda maria.2016.PENGARUH BAURAN PEMASARAN HARGA TERHADAP KEPUASAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN (Studi Kasus PT. Sinarmentari Indoprima Cabang Kota Bandung). indonesia membangun. 2(1)