Pengertian Bauran Pemasaran
Menurut pandangan Kotler dan Armstrong, bauran pemasaran adalah beberapa variabel dalam marketing, yang digunakan oleh perusahaan untuk mengejar target penjualan yang diinginkan.
Sementara menurut Laura Lake, bauran pemasaran adalah beberapa komponen dalam marketing yang digunakan oleh sebuah bisnis untuk menjual produk atau jasa kepada konsumen
Pandangan lain datang dari Gugup Kismono yang menyatakan bahwa bauran pemasaran adalah kombinasi dari variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari pemasaran yang terdiri dari strategi produk (product), harga (price), promosi (promotion), dan tempat (place).
Dari ketiga pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa bauran pemasaran adalah aktivitas dan variabel marketing yang menentukan kesuksesan penjualan produk atau jasa dari sebuah bisnis. Pada tahun 1960-an Jerome McCarthy baru memperkenalkan konsep bauran pemasaran yang dikenal dengan strategi 4P atau Product (produk), Price (harga), Promotion (promosi) dan Place (tempat).
Bauran produk merupakan salah satu bauran pemasaran dari factor produk yang dapat dikendalikan untuk menghasilkan respon yang diinginkan pasar sasaran dalam rangka mempengaruhi permintaan konsumen terhadap barang dan jasa.
Produk merupakan sesuatu yang ditawarkan ke pasar baik produk nyata maupun produk tidak nyata (jasa) sehingga dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan pasar. Terdapat dua macam produk (product/good), yaitu:
A. Consumer’s Goods, yaitu barang digunakan secara langsung oleh konsumen dan tidak untuk dijual Kembali.
1. Convenience Goods (kemudahaan dalam memperoleh barang)
Barang-barang yang dapat dibeli/dikonsumsi oleh keonsumen dimana dalam memperoleh barang tersebut konsumen tidak perlu mengeluarkan upaya yang sulit, karena barang-barang tersebut biasanya berada disekeliling konsumen seperti, beras, gula, odol, minyak gorang, dan lain-lain.
2. Shopping Goods
Barang-barang yang dibutuhkan konsumen dimana dalam memperoleh barang tersebut konsumen perlu mengadakan penelitian terlebih dahulu atau perbandingan dari satu toko ke toko yang lain, dimana yang diperbandingkan adalah kualitas, jenis, design, dan harga. Shopping goods dapat dibandingkan menjadi 3 macam:
a. Fashion goods, seperti pakaian, sepatu, assesories
b. Service goods, seperti alat-alat rumah tangga
c. Bulk goods, yaitu barang yang dibeli dalam jumlah yang besar seperti, pasir, batu bata, dan lain-lain
d. Speciality goods, yaitu barang-barang yang dibeli konsumen dimana saat pembelian para konsumen memerlukan upaya yang khusus. Contonya mobil, computer, dan lain-lain.
B. Industrial Goods, yaitu barang yang dibeli untuk diperdagangkan lebih lanjut atau barang yang akan dipakai dalam proses pengolahan lebih lanjut.
1. Raw materials atau bahan-bahan mentah seperti, besi, kayu, kapas, dan lain-lain.
2. Fabricating materials atau bahan kebutuhan pabrik seperti, tekstil.
3. Operating supplies atau bahan kebutuhan operasi seperti, oli, bensin, solar.
4. Instalasi atau peralatan yang vital sperti, mesin penggiling, mesin tenun.
5. Accessory equipment atau peralatan tambahan seperti trailer, alat-alat pengangkut barang.
Terdapat beberapa macam perlakuan terhadap produk guna meningkatkan permintaan produk, yaitu:
- Packing, merupakan pengemasan barang dengan tujuan melindungi barang dari kerusakan. Packaging bertujuan untuk membuat kemasan yang menarik supaya konsumen tertarik untuk membeli.
- Branding, merupakan nama atau symbol yang digunakan pada suatu produk supaya produsen dapat memperkenalkan produknya dan membedakan dengan produk yang lain.
- Labelling, merupakan informasi yang dibubuhkan pada produk yang menunjukkan tentang isi, miliki, dan sumber.
- Warranty/Garansi, merupakan suatu jaminan dari produsen bila barang-barang yang terbeli tidak sesuai dengan pesanan. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan suatu kepastian yang lebih meyakinkan konsumen.
- Service, merupakan suatu aktivitas yang ditawarkan pada konsumen dan tidak menghasilkan suatu kepemilikan.
Strategi pemasaran terhadap produk, antara lain:
1. Lini produk (product line) merupakan kelompok produk yang berhubungan dengan erat karena fungsinya serupa, dijual kepada kelompok pelanggan yang sama dipasarkan lewat jenis toko yang sama atau masuk dalam kisaran harga yang sudah ada.
2. Product development merupakan suatu usaha yang direncanakan dilakukan dengan sadar untuk memperbaiki produk yang ada atau untuk menambah banyaknya ragam produk yang dihasilkan dan dipasarkan. Partisipasi dalam perencanaan produk, ide-ide dapat muncul dari konsumen, distributor, industrial buyer, investor, pabrikan. Bentuk-bentuk dari product development, yaitu:
a. Initial development, yaitu perusahaan yang sengaja memulai mendesign suatu produk memiliki sifat atau karakteristik tertentu dan mampu memberikan kegunaan tertentu.
b. Product improvement, yaitu suatu perencanaan yang menekankan pada produk atau perubahan isi dengan tujuan agar mempunyai sifat baru.
c. New uses and applications, yaitu suatu perencanaan produk yang menekan pada kegunaan dan pengaplikasian yang baru.
3. Product difersivication merupakan suatu perluasan pemilihan barang dan jasa yang dijual oleh perusahaan, dengan jalan menambah produk baru ataupun memperbaiki tipe, warna, mode, ukuran, jenis dari produk yang sudah ada dalam rangaka memperoleh laba maksimal. Terdapat dua jenis product difersivication, yaitu:
a. Divisi praktis, yaitu peningkatan jumlah, warna, model, ukuran, jenis.
b. Divisi strategi (luas), yaitu produk yang sama sekali beda.
4. Product Life Cycle merupakan daur hidup produk yang menggambarkan riwayat suatu produk sejak diperkenalkan ke pasar sampai ditarik dari pasar. Terdapat empat tahapan produk, yaitu:
a. Tahap pengembangan produk
b. Tahap pengenalan produk
c. Tahap pertumbuhan produk atau tahap kedewasaan produk
d. Tahap penurunan produk
Jasa merupakan suatu kegiatan atau aktivitas yang ditawarkan oleh suatu pihak ke pihak yang lain dan secara prinsip tidak berwujud dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan. Terdapat lima macam jasa, yaitu:
1. Personalized service, merupakan jasa yang bersifat personal dan tidak dapat dipisahakan dari orang yang menghasilkan jasa tersebut. Pelayanan jasa tersebut haruslah dilayani langsung oleh produsennya.
2. Financial service, merupakan pelayanan di bidang keuangan seperti banking service, insurance service, investment securities.
3. Public utility and transportation services, merupakan pelayanan untuk kebutuhan public. Perusahaan public utility memiliki pasar monopoli sperti perusahaan listrik, pertamina, dan sebagainya. Sedangkan dalam transportation services meliputi angkuta umum seperti, kereta api, pesawat, dan sebagainya.
4. Entertainment, meliputi usaha di bidang olahraga, bioskop, dan usaha hiburan lainnya.
5. Hotel services, merupakan salah satu sarana dalam bidang pelayanan kepariwisataan, sehingga perlu mengadakan kegiatan bersama tempat-tempat rekreasi, hiburan, travel biro, guna menjadi daya tarik daerah yang bersangkutan.
Penawaran ke pasar biasanya mencakup beberapa jenis jasa. Komponen jasa dapat merupakan bagian kecil maupun utam dari total penawaran. Tawaran tersebut dibedakan menjadi lima kategori, yaitu:
1. Barang berwujud penuh, yaitu penawaran yang hanya terdiri dari barang berwujud dan tidak ada jasa yang menyertai produk tersebut.
2. Barang berwujud yang disertai layanan, yaitu penawaran yang terdiri dari barang berwujud disertai dengan satu atau beberapa jasa untuk meningkatkan daya tarik konsumen seperti, perusahaan dealer mobil yang tidak hanya menjual produknya saja tetapi juga disertai jasa pendukung muali dari awal, proses, dan sesudah produk terjual.
3. Campuran yaitu barang jasa yang ditawarkan dengan proporsi yang sama seperti restoran yang menyediakan makanan dan pelayanan.
4. Jasa utama yang disertai barang seperti, jasa transportasi yang juga tersedia makanan.
5. Jasa murni seperti, jasa pelayanan kesehatan, psikoterasi, konsultasi, menjaga bayi, dan lainnya.
Jasa memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. Tidak berwujud, jasa tidak dapat dilihat, didengar, dirasa, atau diraba sebelum jasa tersebut dibeli, sehingga untuk mengurangi ketidakpastian tersebut pembeli akan mencarai tanda sebagai bukti dari kualitas jasa. Kualitas jasa tersebut didapat dari temapat, orang lain, peralatan, alat komunikasi, symbol, dan harga yang pembeli lihat.
2. Tidak terpisahakan, dimana umumnya jasa dihasilkan dan dikonsumsikan secara bersamaan tidak seperti barang fisik yang diproduksi, disimpan dalam persediaan, didistribusikan lewat berbaga cara dan kemudian baru dikonsumsi.
3. Tidak dapat diwakili dan bervariasi, meskipun jasa yang dijual sama namun berbeda yang menyediakan jasa tersebut, hasil atau kepuasan yang diperoleh konsumen tentu berbeda.
4. Mudah lenyap dan tidak tahan lama.
Starategi pemasaran jasa, antara lain:
1. Strategi mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh karakteristik tidak berwujud, yaitu:
a. Menekankan petunjuk-petunjuk yang tampak seperti tempat (desain interior dan eksterior), sumber daya manusia (responsive, ramah, berpakaian rapi), peralatan (computer, meja, kursi), bahan-bahan komunikasi (brosur, pamphlet, leaflet), symbol perusahaan dan harga.
b. Menggunakan sumber daya manusia lebih banyak dari pada sumber daya mnusia untuk pemasaran produk.
c. Mendorong komunikasi mulut ke mulut untuk dapat menarik pelanggan baru bagi perusahaan.
d. Menciptakan citra organisasi yang kuat.
e. Memanfaatkan akuntansi biaya dan manajemen biaya dalam penetapan harga supaya dapat menetapkan harga sebaik mungkin.
f. Melakukan komunikasi perna beli untuk mengumpulkan informasi terkait kepuasan dan keluhan pelanggan.
2. Strategi mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh karakteristik tidak terpisahkan, yaitu:
a. Melakukan seleksi dan pelatihan secara cermat terhadap public contact personel.
b. Menggunakan berbagai macam lokasi jasa.
3. Strategi mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh karakteristik bervariasi, yaitu:
a. Menambah dan memanfaatkan peralatan canggih serta melakukan standardisasi produksi.
b. Melakukan service customization, artinya meningkatkan intensitas interaksi antara perusahaan dan pelanggan.
4. Strategi mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh karakteristik tidak tahan lama, yaitu:
a. Menggunakan berbgai pendekatan untuk mengatasi permintaan yang berfluktuasi (manajemen permintaan), seperti:
1. Tidak melakukan apapun dengan membiarkan informasi frekuensi dan volume permintaan apa adanya.
2. Mengurangi permintaan pada periode permintaan puncak.
3. Meningkatkan permintaan pada saat sepi.
4. Menyimpan permintaan dengan system reservasi dan janji.
5. Menerapkan system antrian.
6. Mengembangkan jasa lain atau pelayanan komplementer.
b. Melakukan penyesuaian permintaan dan kapasitas secara bersama-sama sehinga dapat tercapai kesesuaian anatara keduanya (manajemen penawaran), seperti:
1. Menggunakan karyawan paruh waktu pada periode sibuk.
2. Menyewa berbagai fasilitas dan peralatan tambahan dengan perusahaan lain.
3. Selama periode sibuk, setiap karyawan hanya melaksanakan tugas-tugas pokok, sementara aktivitas yang bisa ditunda akan dilaksanakaan pada saat periode sepi.
4. Meningkatkan partisipasi para pelanggan.
5. Melakukan pelatihan silang kepada karayawan, sehingga karyawan memiliki keterampilan di bidang lain dan dapat saling membantu bila permintaan ramai.
referensi:
Ir. Agustina Shinta, M.P. 2011. Manajemen Pemasaran: Universitas Brawijaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar