1. Pengertian Pemasaran
Pada dasarnya pemasaran merupakan suatu proses sosial dan manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk dan nilai dengan yang lain. The American Marketing Association (Czinkota dan Kotabe, 2001:3) merumuskan definisi pemasaran yang lebih menekankan pada proses manajerial yaitu proses perencanaan dan penetapan konsepsi, penetapan harga, promosi dan distribusi gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan individu dan organisasi.
2. Peningkatan Produk Peternakan Kaitannya dengan Pemasaran
Makin dekatnya pasar dan makin baiknya harga produk-produk peternakan akan mendorong makin meningkatnya :
a. Gairah kerja para peternak
b. Gairah belajar para peternak untuk mengikuti pembinaan-pembinaan dan penyuluhan-penyuluhan peternakan hingga pada pengguanaan teknologi tepat guna.
c. Pengelolaan peternakan untuk mencapai kuantitas dan kualitas.
d. Pengelolaan dan pemeliharaan ternak dengan penuh tanggung jawab.
3. Peningkatan Produk Peternakan kaitannya dengan Usaha Pemenuhan Kebutuhan
Agar para peternak dalam usaha meningkatkan hasil ternaknya tidak menderita kerugiaan-kerugiaan jika produknya dipasarkan sehingga harus dibekali dengan pengetahuan tentang pemasaran. Dengan diketahuinya teknologi pemasaran oleh para peternak, maka mereka akan dapat :
a. Menyesuaikan peningkatan usahatani dengan produk-produk yang sangat dibutuhkannya peran konsumsi baik kuantitas maupun kualitas.
b. Melakukan penyimpangan-penyimpangan produk-produk peternakan agar kualitas produk tetap terpelihara dan dapat nilai yang wajar saat dipasarkan.
c. Melakukan penghematan-penghematan dalam proses produksi.
d. Melakukan peningkatan-peningkatan kualitas melalui proses industri.
e. Melakukan penjualan-penjualan kontrak yang dapat menguntungkan para peternak.
f. Cara melakukan penjualan dan hubungannya dengan konsumsi. Cara penjualan langsung atau transitmarket lebih menguntungkan.
Dalam menganalisa masalah tata niaga, ada 4 pendekatan yang biasa dipakai yaitu:
1. Pendekatan serba fungsi (the functional apprach) yaitu, melakukan penelaan jasa-jasa, pelaksanaaan aktifitas-aktifitas dan tindakan/perlakuan-perlakuan dalam proses tata niaga.
2. Pendekatan serba lembaga (the institutional approach) yaitu, melakuakan penelaan atas berbagai kelembagaan yang membantu bergerak dalam melancarkan penyampaian barang-barang ke pasar atau konsumen.
3. Pendekatan bermacam-macam barang (the commodities approach) yaitu, melakukan penelaan atau deskripsi terhadap barabg-barang.
4. Pendekatan secara teori ekonomi (the economic theoritical approach) yaitu, penelaaan dihubungkan dengan asas-asas atau hukum-hukum di bidang ilmu ekonomi atau teori ekonomi. Cara ini perlu ditambahkan bagi kombinasi penelaan di atas.
5 Tahap Proses Pemasaran (Marketing Process) Menurut Philip Kotler
Proses marketing yang akan kami jelaskan dibawah ini, diambil dari referensi buku Philip Kotler (2012). Dalam buku tersebut dirumuskan ada lima tahap proses pemasaran, yang mana pada empat tahap pertama perusahaan perlu memahami kebutuhan (need) dan keinginan (want) dari konsumen, menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangung hubungan yang kuat dengan para konsumennya. Sedangkan tahap yang kelima adalah bagaimana seorang pemasar mampu mendapatkan nilai dari konsumen dalam bentuk penjualan, profit dan loyalitas konsumen.
1. Memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan
Konsep inti dari sebuah pemasaran adalah identifikasi kebutuhan dan keingan pelanggan, produk yang didesain sesuai dengan kebutuhan dan keiinginan pelanggan akan lebih mudah diterima dan disukai oleh para konsumen. Keberhasilan seorang pemasar salah satunya ditentukan oleh keberhasilan dalam mengidentifikasi apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen. Misal saja, kasus mobil eropa dan mobil jepang. Mobil Jepang begitu sukses di Indonesia, sedangkan mobil-mobil eropa seperti chevrolet tidak mampu bersaing di Indonesia.
2. Desain strategi pemasaran berorientasi pelanggan
Setelah perusahaan mampu mengidentifikasi need and want dari konsumen, maka perusahaan harus mendesain strategi pemasan yang berorientasi pada konsumen. Agar mampu melayani pelanggan secara efektif, maka perusahaan perlu mengidentifikasi pelanggan-pelanggan seperti apa yang akan dilayani. Pada intinya perusahaan harus melakukan STP (Segmenting, Targetting dan Positioning.
3. Mendesain program pemasaran terpadu (Bauran pemasaran)
Strategi pemasaran yang sudah di desain tersebut, maka tahap selanjutnya adalah mengimplementasikan melalui program-program pemasaran. Program-program pemasaran tersebut merupakan srangkaian program pemasaran dalam upaya menjalankan strategi pemasaran yang telah ditentukan oleh pemasar. Program-program tersebut sering disebut sebagai marketing mix (bauran pemasaran) yang terdiri dari 7P (Product, Price, Place, Promotion, Physicle Evidence, Process, People).
4. Membangun hubungan dengan pelanggan dan menciptakan kepuasan pelanggan.
Menurut Kotler, 2012. Manajemen hubungan pelanggan merupakan keseluruhan proses membangun dan mempertahankan hubungan pelanggan yang menguntungkan melalui penciptaan nilai pelanggan yang super serta kepuasan pelanggan secara berkelanjutan.
5. Menangkap nilai dari pelanggan untuk menciptakan profit dan ekuitas pelanggan
Tahap kelima dari tahap proses pemasaran adalah menangkap nilai dari pelanggan yang dapat berupa penjualan, pangsa pasar serta profit. Keberhasilan perusahaan menangkap nilai dari pelanggan merupakan output atau hasil dari strategi-strategi pemasaran yang sukses dilakukan, terutama ke-empat tahap proses pemasaran diatas.
Supply Chain Management merupakan sebuah praktik atau penerapan yang dibutuhkan oleh para pelaku bisnis di kancah lokal maupun internasional. Penerapannya juga tak hanya dikhususkan pada industry ritel saja, tapi juga bisa diaplikasikan pada berbagai pilihan industry lainnya. Adanya terobosan terbaru yang satu ini akan menjamin rantai pasokan tetap bekerja seefektif mungkin. Dalam jangka panjang, hal ini akan berkontribusi untuk meningkatkan laba perusahaan.
1. Transportasi dan Pengemasan Produk
Dalam hal ini, pengemasan produk menjadi hal yang penting. Semua harus dilakukan secara tepat waktu dan efisien supaya klien lebih cepat mendapatkan hasilnya. Dalam hal transportasi pun juga diperlukan manajemen yang terbaik agar tidak sampai salah pilih transportasi, serta melihat berbagai macam faktor-faktor apa saja yang bisa mempercepat pengiriman barang kepada pelanggan.
2. Desain Produk yang Terbaik dan Mampu Bersaing di Pasar
Supply Chain Management juga akan menyuguhkan hasil analisa sebagai referensi bagi perusahaan untuk mendesain produk terbaik. Desain adalah hal yang akan membuat perusahaan tersebut populer. Karena itu dalam sekali gebrakan, perlu dipertimbangkan membuat satu yang benar-benar menonjol dan bersifat trending untuk jangka panjang.
3. Pengoptimalan Sumber Daya Yang Ada
Tak hanya sumber daya manusia, sumber daya terkait inventory apa saja yang dimiliki oleh perusahaan saat ini juga sangat penting untuk dikelola dengan baik.
Ø Fungsi Pertukaran :
Bertujuan memperlancar pemindahan hak milik dari produsen ke konsumen. Kegiatan pada fungsi pertukaran adalah penjualan dan pembelian. Proses penjualan pada produk ternak hidup, melalui penggambaran (deskripsi), pemeriksaan dan pelelangan.
Ø Fungsi Pengadaan fisik :
Bertujuan mengadakan barang secara fisik sehingga memperlancar jalannya fungsi pertukaran. Yang berhubungan dengan fungsi ini adalah pengangkutan meliputi transfer cost, tarif, dan tenaga kerja , penyimpanan meliputi ukuran, sifat dan masa produksi, dan biaya penyimpanan, prosesing meliputi seleksi, pengemasan, dan diferensiasi produk..
Ø Fungsi Penunjang :
Fungsi ini bersifat membantu untuk menunjang terlaksananya fungsi – fungsi yang lain, termasuk pelayanan bantuan fasilitas modal, standarisasi dan grading, penyebaran informasi, dan resiko.
Bauran Pemasaran
Bauran pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan pemasarannya dalam target pasar. Bauran pemasaran merupakan variabel terkendali yang dapat digunakan perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen dari segmen pasar tertentu yang dituju oleh perusahaan. Walaupun pemasaran dapat dikendalikan secara penuh oleh perusahaan, namun pasar masih dibatasi oleh faktor eksternal perusahaan.
Perbedaan perilaku konsumen pada setiap segmen pasar, mengharuskan setiap perusahaan untuk merumuskan kombinasi produk, harga, promosi dan distribusi dari bauran pemasaran yang berbeda, baik untuk menyesuaikan program pemasarannya dengan perilaku konsumen maupun mempengaruhi perilaku konsumen. Bauran pemasaran merupakan kumpulan dari variabel pemasaran tertentu dari setiap unsur P (Product, Price, Promotion, Place) dan sebagai inti dari sistem pemasaran. Semua variabel tersebut sama pentingnya namun dalam praktek mungkin salah satu lebih dominan dari lainnya karena pengaruh pasar dan kondisi perekonomian.
a. Strategi Produk Produk adalah sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, digunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi kebutuhan. Setiap perusahaan menginginkan agar produknya tetap berada di pasar dalam jangka waktu yang lama dan menghasilkan penjualan yang baik. Untuk itu pihak manajemen perusahaan perlu melakukan strategi daur hidup produk.
b. Strategi Harga Penetapan harga dan persaingan harga telah dinilai sebagai masalah utama yang dihadapi oleh faktor internal yang disesuaikan dengan strategi bauran pemasaran sebagai satu kesatuan. Faktor eksternal perusahaan yang mempengaruhi harga adalah tawaran dan harga pesaing serta kondisi ekonomi seperti tingkat inflasi, suku bunga perbankan, resesi maupun kebijakan pemerintah.
c. Strategi Promosi Untuk mengkomunikasikan produk, perusahaan perlu menyusun suatu strategi yang disebut dengan strategi bauran promosi, yang terdiri atas empat komponen utama yaitu:
- Periklanan
- Promosi penjualan
- Hubungan masyarakat
- Penjualan perorangan, melalui manajemen armada penjual (wiraniaga).
d. Strategi Distribusi Sebagian besar produsen menggunakan perantara untuk memasarkan produknya dengan cara membangun suatu saluran distribusi, yaitu sekelompok organisasi yang saling tergantung dalam keterlibatan mereka dengan proses yang memungkinkan suatu produk atau jasa tersedia bagi konsumen. Saluran distribusi membentuk tingkatan untuk menentukan panjangnya saluran dari produsen sampai ke konsumen.
Tahapan proses keputusan pembelian konsumen yang oleh Kotler disebut dengan Model lima Tahap Pembelian, yaitu :
1. Timbulnya Kebutuhan
Tahap ini diawali lebih dulu dengan stimulus atau rangsangan yang berarti motivasi untuk melakukan sesuatu. Motivasi ini dapat karena rangsangan internal, yaitu yang timbul dari diri sendiri maupun rangsangan eksternal atau dorongan dari luar. Tujuan utama komunikasi dari pengenalan kebutuhan adalah mendorong orang untuk membeli.
2. Pencarian informasi
Ketika konsumen menyadari bahwa kebutuhannya belum terpenuhi, maka ia berusaha mencari informasi untuk pemenuhan kebutuhannya tersebut. Pencarian informasi dapat bersikap aktif maupun pasif, tergantung pada motivasi terhadap pemenuhan kebutuhannya. Tingkat pencarian informasi oleh konsumen sebagian besar tergantung pada pandangan konsumen terhadap resiko yang menyertai produk.
3. Evaluasi alternatif
Pada tahap ini konsumen memiliki cukup informasi untuk memilih salah satu alternatif barang dari daftar yang ditawarkan. Promosi dapat membantu pembeli untuk mengevaluasi produk-produk atau merek-merek alternatif.
4. Keputusan Pembelian
Setelah menentukan pilihan terbaik tentang produk dari berbagai alternatif, konsumen siap melakukan keputusan pembelian. Faktor yang mempengaruhi keputusan membeli adalah sikap orang lain dan situasi yang tidak terduga. Promosi langsung dengan pemberian contoh produk secara gratis dapat mempengaruhi calon pembeli.
5. Perilaku Setelah Pembelian
Kebiasaan konsumen pada tahap ini akan mengalami suatu tingkat kepuasan atau ketidakpuasan terhadap produk yang dibeli. Hal ini sangat perlu menjadi perhatian dari pemasar, bila ingin produknya terus dipakai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar